Monday, April 23, 2012

ANALISIS PERMINTAAN PANGAN : BUKTI EMPIRIS TEORI RUMAH TANGGA PERTANIAN

Filled under: ,


Nama Kelompok        :   ADITYA NURAHMAN (10110202)
                                      :   HERUL FITMAN HERMAWAN (13110293)
                                      :   PANDU ENDAR H (15110300)


ANALISIS PERMINTAAN PANGAN : BUKTI EMPIRIS TEORI RUMAH TANGGA PERTANIAN



Oleh : M. Husein Sawit




EKONOMI DAN KEUANGAN INDONESIA
Volume XLII Nomor 1, 1994





UNIVERSITAS GUNADARMA
JURUSAN SISTEM INFORMASI
FAKULTAS ILMU KOMPUTER & TEKNOLOGI INFORMASI 2012







PENDAHULUAN
            Sejak lama pemerintah berusaha untuk meningkatkan pendapatan penduduk pedesaan melalui peningkatan produksi pertanian. Sejumlah infrastruktur dibangun di desa terutama irigasi dan prasarana penyuluhan termasuk juga pengeluaran untuk penelitian dan pengembangan.
            Selama ini, subsidi input seperti pupuk, tingkat upah, luas tanah pertanian dan capital, hampir tidak pernah dikaitkan berpengaruh langsung pada konsumsi rumah tangga pedesaan. Suatu yang keliru bila seseorang menganggap rumah tangga tani sebagai unit konsumsi murni atau sebagai produksi murni. Rumah tangga tani menghasilkan produksi terutama pangan, sebagian dari produksinya dikonsumsikan, sisanya dijual ke pasar. Demikian juga, tenaga kerja yang digunakan di usahatani. Oleh karena itu, rumah tangga tani lebih tepat dikatakan sebagai campuran antara produsen dan konsumen.
            Tujuan umum makalah ini adalah untuk membangun model permintaan yang lebih realitis untuk rumah tangga pedesaan. Sedangkan tujuan spesifiknya: menganalisa perbedaan parameter permintaan rumah tangga yang diestimasi dengan Model Permintaan Konvensional (MPK) dibandingkan dengan Model Permintaan Rumah tangga pertanian (MPR), melihat pengaruh kenaikan upah, pengurangan/penghapusan subsidi pupuk, dan luas usahatani terhadap konsumsi tangga.

            DATA
            Data yang digunakan dalam studi ini berasal dari hasil penelitian Studi Dinamika Pedesaan, Survey Agro Ekonomi di DAS Cimanuk, Jawa Barat tahun 1983-1984, yang kemudian semua data tersebut dialihkan pengelolanya ke Pusat Penelitian Sosial Ekonomi Pertanian (P/SE). Walaupun data ini relative lama, tapi tetap punya relevansi dengan masalah masa kini. Sejumlah 241 rumah tangga dipilih untuk studi studi ini, mereka umumnya pemilik dan penggarap, dan sebagian kecil dari mereka adalah penyewa.
            Umumnya mereka menghasilkan padi, ubi kayu, jagung, ubirambat dan kedele, dan jarang sekali sebagai penghasil satu jenis produk pertanian. Padi merupakan tanaman utama ditanam oleh hampir semua rumah tangga. Tanaman pangan nonpadi tersebut ditanam tidak merata di antara petani, sehingga tanaman tersebut digabungkan menjadi palawija agar jumlah sampel rumah tangga tidak berkurang. Oleh karena itu, dua komuditas pangan yang dianalisa yaitu padi dan palawija.
            Dalam penelitian ini, dianalisa tiga input variable terpenting yaitu tenaga kerja pria, wanita dan pupuk, karena proporsi masing-masing input tersebut terhadap biaya total lebih dari 10%, sedangkan input lainnya seperti bibit dan pertisida diabaikan, karena proporsinya terhadap ongkos total masing-masing input tersebut kurang dari 5%. Pemisahan tenaga kerja pria dan wanita adalah penting karena adanya perbedaan tugas dalam rumah tangga, kegiatan di usaha tani dan juga berbedanya kesempatan kerja terutama di luar pertanian.
            Rumah tangga pedesaan juga terlibat dalam berbagai kegiatan nonpertanian seperti pedagang keliling, warung, buruh, penarik becak, atau penjual jasa lainnya, dan industri rumah tang. Kegiatan nonpertanian ini digolongkan ke dalam tiga kategori besar, yaitu: pedagang, buruh industri, dan buruh pelayanan/jasa. Khusus untuk kegiatan perdagangan, upah (proksi dari upah) dihitung berdasarkan pendapatan atas tenaga keluarga. Kegiatan industry rumah tangga tidak dimasukkan dalam studi ini, karena joint profit sehingga tidak dapat ditaksir pendapatan untuk bagian tenaga kerja pria atau wanita. Oleh karena itu, tingkat upah nonpertanian ditaksir sebagai upah rata-rata tertimbang dari kegiatan perdaganga, buruh industri, dan buruh pelayanan/jasa.

            MODEL PERMINTAAN PANGAN
            Penelitian terakhir memperlihatkan bahwa bekerjanya pasar tenaga kerja yang kompetitif di banyak tempat di Jawa. Kalau dianggap persoalan resiko tidak penting, dan diasumsikan juga tingkat harga atau tingkat upah sama pada waktu membeli dan menjualnya, maka model rumah tangga pertanian (MRP) bias diperlakukan recursive. Artinya konsumsi rumah tangga dipengaruhi oleh produksi pertanian, akan tetapi produksi bebas dari pengaruh konsumsi. Pendekatan recursive ini lebih sederhana dalam kita membangun model dan menguji berbagai hipotesa tentang perilaku rumah tangga.
            Selanjutnya dirumuskan fungsi produksi yang menampung dua output (padi dan palawija), tiga input variable (tenaga kerja pria, wanita, dan pupuk) dan dua input tetap (luas tanah garapan dan capital tetap). Fungsi produksi implisit ditulis sebagai berikut :
H (Q1, Q2, Lm, Lf, K1, K2) = 0                                                (1)

Di mana,
Q1 dan Q2 masing-masing tingkat produksi padi dan palawija;
Lm dan Lf sebagai total tenaga kerja (dalam dan luar keluarga), masing-masing untuk pria dan wanita. Tenaga kerja dalam dan luar keluarga dianggap dapat disubstitusikan secara sempurna, tapi tidak demikian halnya antara tenaga pria dan wanita;
F adalah pupuk kimia (total urea dan TSP); dan
K1 dan K2 adalah input tetap masing-masing luas tanah garapan dan capital tetap.
            Rumah tangga diasumsikan memaksimumkan daya guna dengan kendala produksi pertanian, waktu dan pendapatan. Daya guna tersebut dapat diperoleh dari konsumsi barang pertanian, waktu dan pendapatan. Daya guna tersebut dapat diperoleh dari konsumsi barang pertanian yang dihasilkan rumah tangga, barang yang dibeli dari pasar, dan waktu senggang. Oleh karena itu, fungsi daya guna rumah tangga dirumuskan sebagai berikut :
                                    U = U (Rm, Rf, C1, C2, M)                                                     (2)

Di mana,
Rm dan Rf adalah konsumsi waktu tidak bekerja, masing-masing untuk pria dan wanita dewasa. Waktu tidak bekerja ini ditaksir dari sisa waktu total setelah dikurangi waktu yang dipakai untuk bekerja.
C1 dan C2 adalah konsumsi padi dan palawija; dan M adalah konsumsi barang pasar.
            Fungsi daya guna rumah tangga diasumsikan kontinyu dan dapat diturunkan dua kali dan memenuhi syarat pertama dan kedua; dan utilitas marginal positif untuk semua barang.
            Rumah tangga menghadapi kendala waktu, masing-masing buat pria dan wanita dewasa sebagai berikut :
                                    Dm = Nm + NNm + Rm                                                                (3a)
                                    Df = Nf + NNf + Rf                                                        (3b)           


Di mana,
Dm dan Df adalah waktu yang tersedia yang dapat dipakai untuk bekerja dan tidak bekerja, masing-masing untuk pria dan wanita;
Nm dan Mf adalah waktu yang digunakan usaha tani sendiri, masing-masing untuk pria dan wanita;
NNm dan NNf adalah waktu yang digunakan di kegiatan nonpertanian masing-masing untuk pria dan wanita
Rm dan Rf adalah waktu tidak bekerja.
            Rumah tangga mengkonsumsikan sebagian padi dan palawija yang dihasilkannya. Padi dan palawija dpat dijual atau dibeli, pendapatan dari upah pertanian dan nonpertanian, pendapatan bersih dari nontenaga kerja. Pendapatan tersebut dirumuskan sebagai berikut :


Di mana,
qM adalah nilai barang pasar (M sebagai agregat kwantitas barang dan q adalah harganya. P1 dan P2 adalah harga masing-masing untuk padi dan palawija; Ww adalah harga pupuk; Wm dan Wf adalah tingkat upah di tanaman pangan, WNm dan WNf adalah tingkat upah nonpertanian; E adalah pendapatan bersih dari nontenaga kerja.
            Apabila kendala waktu (persamaan 3) disubstitusikan ke dalam persamaan pendapatan (4) dan selanjutnya persamaan 4 dapat ditulis sebagai beriku

            Selanjutnya fungsi daya guna rumah tangga (persamaan 2) dimaksimumkan dengan dua kendala yang telah diselesaikan yaitu produksi pertanian (persamaan 1) dan pendapatan (persamaan 5), sehingga fungsi Lagrangian dapat dirumuskan sebagai berikut :
            Analisis statis komparatif dipakai untuk mengevaluasi perubahan suatu variable independen (sedangkan variable lainnya dianggap tetap) pengaruhnya terhadap variable dependen.


IV. MODEL EKONOMETRI
            Model ekonometri telah disinggung di depan, pendekatan recursive digunakan dalam penelitian ini. Dengan pendekatan recursive memungkinkan kita mengestimasi produksi terpisah dengan konsumsi.
           
A.   Perilaku Rumah Tangga dalam Produksi
Dalam kasus fungsi produksi yang mencakup banyak output dan banyak input (multi output and multi-input) diduga dengan menggunakan fungsi yang fleksibel. Salah satu bentuk fungsi tersebut adalah fungi keuntugan translog. Dari fungsi keuntungan translog dapat diturunkan fungsi fungsi permintaan input (input demand) dan penawaran output (output supply). Model ekonometri persamaan pangsa untuk kasus dua input dan tiga input dituliskan sebagai berikut :


            Metode Iterative Seemingly Unrelated Regression (ITSUR) digunakan untuk menaksir parameter persamaan – persamaan 10a s/d 10c. Metode ini dapat menghasilkan parameter yang lebih stabil, karena metode ini hampir sama dengan metide the maximum likelihood (ML).
            Dalam teori ekonomi diperlukan persyaratan symmetry dan homogeneity yang harus dipenuhi pada persamaan – persamaan pangsa tersebut. Bukti berlaku tidaknya persyaratan symmetry tersebut, maka perlu diuji terlebih dahulu dengan uji F (F-Test).
            Estimasi persamaan pangsa input dan output memberlakukan persyaratan symmetry dan homogenity. Nilai koefisien yang diperoleh dari estimasi persamaan pangsa tersebut secara langsung tidak mempunyai pengertian ekonominya, tapi digunakan untuk menentukan besaran angka elastisitas permintaan input dan penawaran output. Nilai elastisitas tersebut dihitung pada nilai rata – rata dari variable dependen dan rumus yang dipakai seperti yang diperlihatkan oleh Fulginity dan Perrin (1990).
            Dari pembicaraan diatas dapat disimpulkan bahwa model ekonometri tersebut memenuhi syarat – syarat monotonicity dan convexity, sedangkan persyaratan homogenity dan symmetry diberlakukan (impose) dala model.

B.   Perilaku Rumah Tangga dalam Konsumsi
Fungsi permintaan tradisional diturunkan berdasarkan pendekatan daya guna langsung (direct utility atau pendekatan primal). Peneliti empiris menunjukan bahwa model linear approximation (LA) AIDS amat dekat hasilnya dengan model AIDS.
Model LA/AIDS dipakai dalam penelitian ini  untuk mengestimasi lima komoditas dan sejumlah karakteristik rumah tangga. Sama seperti dalam mengestimasi persamaan sistem permintaan input dan penawaran output, dalam mengestimasi LA/AIDS digunakan juga metode ITSUR dengan pangsa barang pasar dikeluarkan dari estimasi ekonometri.

Dalam model permintaan konvesional, pendapatan rumah tangga dianggap tetap, berbeda dengan rumah tangga pertanian yang memperlakukan pendapatan rumah tangga berubah, karena pengaruh keuntungan yang diperoleh dari produksi pertanian. Secara umum ditemukan perbedaan hasil di antara kedua model tersebut terutama berubahnya tujuh buah tanda elastisitas permintaan yaitu positif pada MPK menjadi negative di MPR atau sebaliknya.
Elastisitas permintaan padi terhadap harga kurang elastis dalam MPR disbanding dengan MPK (-0.55 lawan -0.74). Efek positif terhadap keuntungan, hanya mampu menutupi sebagian dari efek negatif dari subtitusi dan pendapatan. Adulavidhaya dkk (1984) melakukan penelitian dengan model di Thailand juga menemukan pola yang mirip yaitu elastisitas MPR (-0.37) yaitu lebih rendah (secara absolut) disbanding dengan MPK (-0.82).
Berbeda dengan padi, elastisitas permintaan palawija terhadap harga diri lebih tinggi di MPR disbanding dengan di MPK. Ini menunjukan bahwa besarnya efek keuntungan yg negative dari palawija telah menambah efek subtitusi dan pendapatan.
Elastisitas permintaan akan padi dan barang pasar terhadap upah pria dalam MPR adalah sama yaitu -0.04. Sedangkan elastisitas kedua komoditas tersebut terhadpa upah wanita masing masing -0.32 dan -0.40 dalam MPR.
Elastisitas permintaan palawija terhadap upah pria adalah negatif (-0.48) dan positif untuk upah wanita (1.01).
Dalam MPR memperlihatkan bahwa pekerja dalam rumah tangga berpengaruh positif terhadap konsumsinya. Elastisitas permintaan padi dan barang pasar terhadap jumlah pekerja, terutama pekerja pria yaitu 0.42 dan 0.22.
Elastisitas dalam permintaan padi, palawija dan barang pasar terhadap luas tanah garapan semuanya positif yaitu masing – masing 0.21;0.14 an 0.21. Walau inelastis meningkatnya luas garapan berpengaruh positif terhadap konsumsi rumah tangga.

VI. Ringkasan dan Kesimpulan
Model rumah tangga pertanian menunjukan bahwa factor produksi tetap dan harga input dapat berpengaruh langsung terhadap konsumsi rumah tangga. Pendekatan MPR lebih logis karena model yg dibangun lebih mirip dengan kenyataan yang di hadapi rumah tangga pedesaan yaitu mereka sebagai kombinasi antara prosusen dan konsumen pangan.
Penemuan dalam studi ini membuktikan bahwa pentingnnya memasukan komponen keuntungan dari produksi pertanian khususnya pangan kalau seseorang ingin mempelajari atau mengestimasi permintaan tidak kurang dari 50%. Model yang di kembangkan ini memerlukan data yang banyak dan biaya komputasinya yang lebih tinggi. Model ini (tentunya dengan berbagai modifikasi) dapat diterapkan di pedesaan luar jawa yang pada saat sekarang semakin banyak penelitian tingkat rumah tangga.

Tabel A1
Rumus Elastisitas Permintaan Komoditas Terhadap Variabel Exogenous dan
Karakteristik Rumah Tangga
Variabel Independen
Padi (C1)
Palawija (C2)
Barang Pasar (M)
Harga:
Harga Padi (P1)
(∂ ln C1 / ∂ ln P1)
-(∂ ln C1 / ∂ ln Y*)
(P1 C1/Y*)
+(∂ ln C1 / ∂ ln Y*)
(∂ ln Ï€/ ∂ ln P1)(Ï€/Y*)
(∂ ln C2 / ∂ ln P1)
-(∂ ln C2 / ∂ ln Y*)
(P1 C1/Y*)
+(∂ ln C2 / ∂ ln Y*)
(∂ ln Ï€/ ∂ ln P1)(Ï€/Y*)
(∂ ln M / ∂ ln P1)
-(∂ ln M / ∂ ln Y*)
(P1 C1/Y*)
+(∂ ln M / ∂ ln Y*)
(∂ ln Ï€/ ∂ ln P1)(Ï€/Y*)
Harga Palawija (P2)
(∂ ln C1 / ∂ ln P2)
-(∂ ln C1 / ∂ ln Y*)
(P2 C1/Y*)
+(∂ ln C1 / ∂ ln Y*)
(∂ ln Ï€/ ∂ ln P1)(Ï€/Y*)
(∂ ln C2 / ∂ ln P2)-(∂ ln C2/∂ ln Y*)(P2 C2/Y*)
+(∂ ln C2/∂ ln Y*)(∂ ln Ï€/ ∂ ln P2)(Ï€/Y*)
(∂ ln M / ∂ ln P2)
-(∂ ln M / ∂ ln Y*)
(P2 C2/Y*)
+(∂ ln M / ∂ ln Y*)
(∂ ln Ï€/ ∂ ln P2)(Ï€/Y*)
Harga Barang Pasar (q)
(∂ ln C1 / ∂ ln q)
-(∂ ln C1 / ∂ ln Y*)
(qM/Y*)
(∂ ln C2 / ∂ ln q)
-(∂ ln C2 / ∂ ln Y*)
(qM/Y*)
(∂ ln M / ∂ ln q)
-(∂lnM/∂ ln Y*)(Ï€/Y*)
Harga pupuk (Ww)
(∂ ln C1 / ∂ ln Y*)
(∂ln Ï€/∂ln Ww)(Ï€/Y*)
(∂ ln C2 / ∂ ln Y*)
(∂ln Ï€/∂ln Ww)(Ï€/Y*)
(∂ ln M / ∂ ln Y*)
(∂ln Ï€/∂ln Ww)(Ï€/Y*)


Tabel A2
Elastisitas Penawaran Output. Permintaan Input dan Keuntungan

                                   Penawaran Output*                             Permintaan Input
Elasisitas Terhadap      Padi    Palawija     Tenaga       Tenaga       Pupuk (f)  Keuntungan
                                        Q1        Q2         Pria(Lm)   Wanita (Lt)                                  (Ï€)
 

Harga Padi (P1)          0,607      0,05          1,582          1,424           1,671           1.593
                                   (10,06)                    (8,03)          (6,80)          (8,34)          (43,56)

Harga Palawija (P2)    0,001       0,06          0,102             0,099          -0764           0,035
                                                                                                                                       (3,71)

Harga Pupuk (Ww)     -0,074      1,559          -0,065          0,084            -0,341            -0,070
                                    (-8,28)                         (-0,98)        (-0,91)           (-0,81)         (-15,69)

Upah Wanita (Wm)     -0,359      -1,068         -1,066          -1,019            -0,334           -0,361
                                     (-8,28)                                    (-4,99)         (-4,57)           (-098)          (-13,93)

Upah Pria (Wf)           -0,175      -0,562         -0,553          -0,420            -0,232         -0,196
                                    (-6,80)                         (-4,57)         (-2,21)            (0,91)        (-13,24)

Luas Tanah                  0,992        1,832         1,026           1,088            1,065             0,986
Garapan (K1)              (43,40)                         (13,71)          (13,86)         (15,77)         (11,38)
 


Catatan:
*Elastisitas dihitung berdasarkan rumus yang di pakai oleh Fulginiti dan Perrin (1990) dan nilai di hitung pada tingkat harga rat-rata sampel.
**Dalam kurung adalah nilai 1 yang di hitung berdasarkan variance (cara hitungnya lihat Gujarati 1998: 634-635) dari rumus elastisitas

V. TINJAUAN PUSTAKA


Posted By Dhietcorner1:05:00 PM

Wednesday, March 7, 2012

Permintaan dan Penawaran

Bismillahirrohmanirrohim....
Permintaan dan Penawaran, tentunya sudah tidak asing lagi bukan ?, Namun beberapa ada/belum yang memahami definisi dari Permintaan dan Penawaran tersebut. Kali ini saya akan menjelaskan secara singkat Pengertian, Hukum, Faktor-faktor yang mempengaruhi, Penentu Harga Keseimbangan dari Permintaan dan Penawaran. Selamat Membaca :)

Pengertian Permintaan dan Penawaran

Permintaan dan penawaran dalam ilmu ekonomi, adalah merupakan suatu penggambaran atas hubungan-hubungan di pasar, antara para calon pembeli dan penjual terhadap suatu barang.
Permintaan adalah sejumlah barang yang dibeli atau diminta pada suatu harga dan waktu tertentu. Sedangkan penawaran adalah sejumlah barang yang dijual atau ditawarkan pada suatu harga dan waktu tertentu
Model penawaran dan permintaan digunakan untuk menentukan harga dan kuantitas yang  terjual di pasar. Model ini sangat penting untuk melakukan analisa ekonomi mikro terhadap perilaku para pembeli dan penjual, serta interaksi mereka di pasar. Ia juga digunakan sebagai titik tolak bagi berbagai model dan teori ekonomi lainnya. Model ini memperkirakan bahwa dalam suatu pasar yang kompetitif, harga akan berfungsi sebagai penyeimbang antara kuantitas yang diminta oleh konsumen dan kuantitas yang ditawarkan oleh produsen, sehingga terciptalah keseimbangan ekonomi antara harga dan kuantitas. Model ini mengakomodasi kemungkian adanya faktor-faktor yang dapat mengubah keseimbangan, yang kemudian akan ditampilkan dalam bentuk terjadinya pergeseran dari permintaan atau penawaran.

Hukum permintaan

Hukum permintaan adalah hukum yang menjelaskan tentang adanya hubungan yang bersifat negatif antara tingkat harga dengan jumlah barang yang diminta. Apabila harga naik jumlah barang yang diminta sedikit dan apabila harga rendah jumlah barang yang diminta meningkat. Dengan demikian hukum permintaan berbunyi:

“Semakin turun tingkat harga, maka semakin banyak jumlah barang yang tersedia diminta, dan sebaliknya semakin naik tingkat harga semakin sedikit jumlah barang yang bersedia diminta.”

Pada hukum permintaan berlaku asumsi ceteris paribus. Artinya hukum permintaan tersebut berlaku jika keadaan atau faktor-faktor selain harga tidak berubah (dianggap tetap).

Hukum penawaran

Bahwa semakin tinggi harga, jumlah barang yang ditawarkan semakin banyak. Sebaliknya semakin rendah harga barang, jumlah barang yang ditawarkan semakin sedikit. Inilah yang disebut hukum penawaran. Hukum penawaran menunjukkan keterkaitan antara jumlah barang yang ditawarkan dengan tingkat harga. Dengan demikian bunyi hukum penawaran berbunyi:

“Semakin tingi harga, semakin banyak jumlah barang yang bersedia ditawarkan. Sebaliknya, semakin rendah tingkat harga, semakin sedikit jumlah barang yang bersedia ditwarkan.”

Hukum penawaran akan berlaku apabila faktor-faktor lain yang memengaruhi penawaran tidak berubah  (ceteris paribus).

Faktor – faktor yang mempengaruhi Permintaan dan Penawaran
Beberapa faktor yang mempengaruhi Perminataan, antara lain 
  1.  Perilaku/selera konsumen,
  2.  Ketersediaan dan harga barang sejenis pengganti dan pelengkap,
  3. Pendapatan/penghasilan konsumen,
  4. Perkiraan harga di masa depan dan banyaknya/intensitas kebutuhan konsumen.

Sedangkan pada Penawaran akan dipengaruhi, antara lain :
  1. Biaya produksi dan teknologi yang digunakan,
  2. Tujuan dari suatu Perusahaan,
  3. Pajak,
  4. Ketersediaan dan harga barang pengganti/pelengkap dan prediksi/perkiraan harga di masa depan.


Penentuan Harga Keseimbangan

Harga keseimbangan atau harga ekuilibrium dalam ekonomi adalah merupakan harga yang terbentuk pada titik pertemuan kurva permintaan dan kurva penawaran. Terbentuknya harga dan kuantitas keseimbangan di pasar merupakan hasil kesepakatan antara pembeli (konsumen) dan penjual (produsen) di mana kuantitas yang diminta dan yang ditawarkan sama besarnya. Jika keseimbangan ini telah tercapai, biasanya titik keseimbangan ini akan bertahan lama dan menjadi patokan pihak pembeli dan pihak penjual dalam menentukan harga.
Masalah harga berhubungan dengan barang ekonomis, sebab barang ekonomis adanya langkah dan berguna dan untuk memperolehnya diperlukan pengorbanan uang dengan bantuan harga. Harga adalah perwujudan nilai tukar atas suatu barang/jasa yang dinyatakan uang. Oleh karena itu, harga merupakan nilai tukar obyektif atas barang/jasa dan nilai tukar obyektif itu sendiri adalah harga pasar atau harga keseimbangan. Harga pasar tidak terbentuk secara otomatis akan tetapi melalui suatu proses mekanisme pasar yakni tarik menarik antara kekuatan pembeli dengan permintaannya dan kekuatan penjual dengan penawarannya
Berdasarkan pengertian tersebut maka harga keseimbangan dapat diartikan harga yang terbentuk pada titik pertemuan kurva permintaan dan kurva penawaran. Terbentuknya harga dan kuantitas keseimbangan di pasar merupakan hasil kesepakatan antara pembeli (konsumen) dan penjual (produsen) di mana kuantitas yang diminta dan yang ditawarkan sama besarnya. Jika keseimbangan ini telah tercapai, biasanya titik keseimbangan ini akan bertahan lama dan menjadi patokan pihak pembeli dan pihak penjual dalam menentukan harga.

Menentukan Keadaan Keseimbangan Dengan Matematik

Keadaan keseimbangan dapat pula ditentukan secara matematik, yaitu dengan memecahkan persamaan permintaan dan persamaan penawaran secara serentak atau simultan.
CONTOH :
Persamaan permintaan : Qd = 1.500 – 0,001 Pq
Persamaan penawaran  : Qs = -100 + 0,001 Pq
Syarat keseimbangan adalah permintaan sama dengan penawaran atau Qd = Qs.
1.500 – 0,001 P = -100 + 0,001 Pq
1.500 + 100 = 0,001 P + 0,001 Pq
1.600 = 0,002 Pq
Pq = 800.000 ( harga keseimbangan / harga pasar).

Semoga Bermanfaat :)

Posted By Dhietcorner6:43:00 AM

Friday, February 17, 2012

Duel Apple & Microsoft 2012 dengan Upgrade OS


Bismillahirrohmanirrohim...
Persaingan antara Perusahan besar Operating Sistem antara Apple dan Microsoft pada tahun 2012 ini ditandai dengan Upgrade OS

Tahun ini akan menjadi ajang pengulangan tahun 2009, ketika Microsoft dan Apple terakhir berhadapan dengan upgrade sistem operasi saingan, analis mengatakan hari ini.

Tiga tahun lalu, Microsoft meluncurkan Windows 7, itu upgrade sistem operasi terakhir, dan Apple meluncurkan Snow Leopard, atau Mac OS X 10.6.

Saat ini, Apple mulai membagikan preview dari Mac OS X 10.8 alias Gunung Singa, para pengembang dan mengatakan akan mengirimkan kode akhir "akhir musim panas 2012."

Sementara itu, sebagian besar analis setuju bahwa Microsoft adalah pada kecepatan untuk memberikan Windows 8 untuk pelanggan tahun ini, mungkin pada kuartal keempat. Perusahaan ini telah dijadwalkan rilis dari apa yang disebut "Konsumen Preview" Windows 8 untuk 29 Februari.
"Sepertinya keduanya memiliki  OS mobile," kata Ezra Gottheil Riset Bisnis Teknologi.

Gottheil dikutip kesamaan antara Microsoft dan strategi Apple, menunjukkan bahwa kedua acara pengaruh yang kuat dari sistem mobile perusahaan 'operasi.

"Sungguh menarik bahwa kedua perusahaan yang mengambil persaingan besar tahun ini dengan sistem operasi mereka," kata Gottheil. "Kedua mengakui bahwa faktor bentuk yang diambil dari, tablet dan smartphone, memerlukan upgrade dari antarmuka pengguna grafis 25-tahun itu didominasi PC."

Dalam kasus Microsoft, Windows 8 fitur antarmuka pembukaan sama sekali baru - dijuluki "Metro" - yang banyak meminjam dari Windows yang Telepon ubin bergaya tampilan dan nuansa. Sementara Redmond, Washington pengembang akan mempertahankan desktop tradisional dalam Windows 8, itu agresif dipromosikan Metro tidak hanya dasar untuk layar Mulai, tetapi juga untuk generasi baru aplikasi yang stres sentuhan atas mouse dan keyboard.

Gunung Singa kurang dari keberangkatan untuk Apple, jika hanya karena perusahaan mulai unsur peminjaman IOS tahun lalu ketika meluncurkan Mac OS X 10,7 atau Lion. Tapi Gunung Singa akan mencakup sebuah petak macam aplikasi IOS dan layanan, seperti Pemberitahuan dan Pengingat, serta nama-nama baru untuk jangka waktu aplikasi Mac, seperti iCal dan Buku Alamat, untuk mencocokkan label yang digunakan dalam sistem operasi mobile Apple.

Dan sementara Microsoft mendorong sentuh di Windows 8 - meskipun desktop tradisional sedikit atau notebook mendukung gerakan touchscreen - Apple tampaknya akan berdiri pat pada dukungan gesture touchpad berbasis itu ditambahkan ke Singa tahun lalu.

Baik Windows 8 dan Gunung Singa juga akan mendorong pelanggan ke pusat secara online pembuat mereka distribusi.

Microsoft telah mengatakan bahwa Metro aplikasi akan tersedia hanya melalui Store Windows, toko aplikasi perusahaan, meskipun perusahaan akan mampu menawarkan karyawan internal yang dibuat aplikasi Metro tanpa memaparkan software yang untuk umum. Tradisional 32 - dan 64-bit Windows aplikasi dapat didownload dan diinstal dari sumber manapun.

Meskipun Apple debut nya Mac App Store lebih dari setahun lalu, itu menekankan pasar bahkan lebih di Lion Mountain.

Sebuah fitur baru, dijuluki "Gatekeeper" oleh Apple, memungkinkan pengguna menentukan dimana mereka mendapatkan software Mac. Pengaturan yang paling ketat "Mac App Store" memungkinkan instalasi hanya program-program download dari Apple e-pasar. Dua pilihan lainnya biarkan Mac pemilik menginstal aplikasi, tidak peduli sumbernya, atau instalasi batas untuk software yang baik diambil dari app store atau digital ditandatangani oleh pengembang disetujui oleh Apple.

Default untuk preview pengembang adalah "Anywhere," sementara edisi final akan mengatur sumber default untuk "App Store Mac dan pengembang diidentifikasi," tegas Apple hari ini.

Sementara Apple dan Microsoft memiliki kedua toko bernada masing-masing aplikasi sebagai cara untuk memisahkan sekam malware dari gandum perangkat lunak yang sah, itu kebetulan bahwa kedua perusahaan mengambil pendapatan dipotong dari perangkat lunak yang dijual melalui jalur distribusi mereka.

"Yang saya suka tentang ini adalah bahwa Anda dapat menonaktifkan ini," kata Michael Gartenberg, analis Riset Gartner. "Anda dapat merasa bebas untuk menginstal apapun, atau Anda dapat mengaturnya sehingga Anda tidak perlu khawatir tentang [malware] masalah Ini seperti ketika beberapa mobil otomatis mengunci pintu ketika Anda mulai mobil.. Tapi kamu mampu mematikan itu. "

Pada tahun 2009, Apple mengalahkan Microsoft ke pasar, merilis Snow Leopard pada akhir Agustus. Microsoft diikuti dengan Windows 7 minggu ketiga Oktober.

Jika Apple datang melalui dengan "akhir musim panas" janjinya untuk Mountain Lion, itu akan kemungkinan terbaik Microsoft lagi. Dan kecuali Microsoft drastis garis miring harga upgrade 8 Windows, Apple mungkin akan juga lagi melemahkan rivalnya.


Sumber : translate from computerworld.com

Posted By Dhietcorner5:48:00 AM

Thursday, February 16, 2012

11 Tips Fotographer Untuk Pemula


Bismillahirrohmanirrohim….
Saya akan post sedikit tips-tips bagi para pembaca yang baru memulai hobinya sebagai fotographer.

  1. Jangan gila membeli peralatan yang paling mahal segera.
    Ini mungkin untuk mendapatkan foto yang sangat bagus dengan jalur murah dan menembak. Lihat contoh-contoh ini di Flickr. Foto-foto yang Anda ambil, semakin Anda akan tahu tentang jenis kamera untuk dapatkan ketika saatnya untuk upgrade.

  2. Pertimbangkan tripod.
    Di sisi lain, sebuah tripod murah layak mendapatkan, terutama jika Anda memiliki tangan gemetar seperti saya. Ketika aku sampai di tripod, kepuasan saya dengan tembakan saya melejit. Untuk stabilitas bahkan lebih, gunakan fungsi timer kamera Anda dengan tripod.

  3. Simpan kamera dengan Anda sepanjang waktu.
    Ops Foto sering datang ketika Anda tidak mengharapkannya. Jika Anda dapat menjaga peralatan yang relatif sederhana - hanya tas kamera kecil dan tripod - Anda mungkin bisa mengambil keuntungan dari beberapa peluang yang tak terduga. Atau, jika ponsel Anda dilengkapi kamera, menggunakannya untuk mengambil “catatan” di adegan Anda ingin kembali ke dengan kamera biasa.

  4. Buatlah daftar gambar yang ingin Anda dapatkan.
    Untuk saat-saat Anda tidak dapat membawa kamera Anda di sekitar, menjaga buku catatan kecil untuk menuliskan tempat Anda ingin kembali dan foto.Pastikan untuk mencatat setiap detail penting, seperti pencahayaan, sehingga Anda dapat kembali pada saat yang sama, siang atau ketika hak cuaca itu. Jika Anda tidak ingin membawa notebook, mengirimkan email yang menggunakan ponsel Anda dengan Jott.com.

  5. Jangan mengabaikan mata pelajaran biasa untuk fotografi.
    Anda mungkin tidak melihat sesuatu yang menarik untuk memotret di ruang tamu Anda atau halaman belakang Anda, tetapi coba lihatlah lingkungan yang akrab dengan mata segar. Anda mungkin menangkap trik yang menarik cahaya atau menemukan beberapa bunga liar yang tak terduga di halaman Anda. Seringkali subjek sederhana membuat tembakan terbaik.

  6. Nikmati proses belajar.
    Bagian terbaik dari memiliki hobi seperti fotografi tidak pernah kehabisan hal untuk belajar. Inspirasi ada di sekitar Anda. Lihatlah segala sesuatu dengan mata seorang fotografer dan Anda akan melihat peluang yang tidak pernah melihat sebelumnya.

  7. Manfaatkan sumber informasi gratis untuk belajar.
    Browse melalui Flickr atau website seperti Forum Sekolah Fotografi Digital untuk inspirasi dan tips. Juga, perpustakaan setempat Anda mungkin memiliki banyak buku tentang semua jenis fotografi. Jika Anda tertarik untuk belajar tentang pasca pengolahan, memberikan software gratis seperti GIMP mencoba.

  8. Percobaan dengan pengaturan kamera Anda.
    Titik dan menembak mungkin lebih fleksibel dan kuat dari yang Anda tahu. Baca manual untuk bantuan mengartikan semua simbol-simbol kecil. Ketika Anda menjelajahi, coba menembak subjek Anda dengan beberapa konfigurasi untuk mempelajari apa efek yang Anda suka. Ketika Anda sedang melihat foto Anda di komputer, Anda dapat memeriksa data EXIF ​​(biasanya dalam properti file) untuk mengingat pengaturan yang Anda gunakan.

  9. Pelajari aturan dasar.
    Jumlah informasi tentang fotografi online dapat banyak. Mulailah dengan beberapa artikel pada komposisi. Terbuka untuk apa fotografer lebih berpengalaman telah mengatakan tentang teknik. Anda harus tahu aturan sebelum Anda dapat melanggarnya.

  10. Mengambil foto secara teratur.
    Cobalah untuk memotret sesuatu setiap hari. Jika Anda tidak bisa melakukan itu, pastikan Anda mengambil waktu untuk berlatih secara teratur, sehingga Anda tidak melupakan apa yang telah Anda pelajari. Cara terbaik untuk memotivasi diri sendiri adalah dengan melakukan tugas mingguan dalam Forum DPS.

  11. Jangan takut untuk bereksperimen.
    Jika Anda menggunakan kamera digital, biaya kesalahan adalah gratis. Gila - Anda mungkin berakhir dengan sesuatu yang Anda sukai. Anda pasti akan belajar banyak dalam proses.

    Semoga Bermanfaat :)

    Sumber : http://www.digital-photography-school.com/11-tips-for-beginner-photographers#ixzz1mJiSMwKc

Posted By Dhietcorner8:42:00 PM

Tuesday, December 20, 2011

Alarm Itu Sudah Tidak Berbunyi Lagi


Bismillahirrohmanirrohim ..

Kali ini saya akan post sebuah cerita yang begitu dalam makna yang terkandung dan bisa jadi renungan untuk pembaca sekalian.. 

Setiap ingin menulis sesuatu tentang “ibu” aku selalu ingat bagaimana tanpa lelah dan tidak pernah mengeluhnya ibu dalam mengurus rumah tangga (anak-anak dan suami). Bagaimana gigihnya ibu berjualan untuk membantu perekonomian keluarga, karena penghasilan bapak yang saat itu hanya seorang PNS golongan rendah tidak cukup untuk menghidupi keluarga dengan 6 (enam) orang anak. Karena kesabaran dan keikhlasannya dalam bekerja (berjualan) juga dalam merawat dan mengasuh kami anak-anaknya, kami masih bisa bertahan menghidupi diri kami sampai sekarang. Banyak pelajaran hidup yang aku dapat darinya. Aku menjadi tahu bagaimana seharusnya menjadi istri dan ibu yang baik bagi suami dan anak-anakku kelak.

Ibu seperti alarm bagiku yang selalu cerewet dalam segala hal, alarm itu akan berbunyi terutama jika aku terlambat pulang tanpa kabar, terlambat makan, dan masih banyak lagi hal-hal kecil menurutku yang tak luput dari pantauannya.

Jujur kadang aku merasa risih terlalu diperhatikan seperti itu. Ada satu peristiwa yang selalu aku ingat yaitu ketika ibu melarang berkawan dengan seorang teman setelah ibu tahu kalau teman tersebut terlibat tawuran dan masuk penjara. Sebagai anak muda jelas saja aku tidak terima dengan larangan itu, tapi karena tidak ingin menyakiti hatinya akupun menuruti untuk tidak terlalu akrab dengan teman tersebut setelah dia keluar dari penjara.

Dibalik kecerewetannya, ibu juga sangat perhatian. Dia tidak akan pernah bisa tidur jika kami anak-anaknya belum lengkap ada di rumah. Ibu selalu setia membukakan pintu buatku jika aku pulang terlambat tengah malam sekalipun.

Ketika dalam kondisi sakitpun ibu masih perhatian kepadaku walaupun dengan cara yang berbeda (alarm itu tidak terlalu sering berbunyi) karena anak-anaknya sudah dewasa. Setelah semua kakak ku berkeluarga, tinggallah kami bertiga (aku, ibu dan bapak ) yang tinggal serumah. Setiap malam ibu selalu setia menunggu aku pulang, kadang aku merasa kasihan harus membuatnya menunggu, padahal aku juga selalu membawa kunci cadangan tapi ibu selalu ingin menunggu “sekedar meyakinkan dan supaya ibu bisa tidur nyenyak” katanya.

Ketika penyakit yang dideritanya membuat dia kewalahan mengurus dirinya sendiri, aku selalu berusaha untuk mengurusi keperluannya, seperti sebisa mungkin menemaninya periksa ke rumah sakit, menyiapkan makannya, obat-obatannya dan keperluan untuk seharian sebelum aku pergi kuliah. Dan setiap selesai aku menyiapkan semua keperluannya, selalu terlontar ucapan “Maaf yah ibu sudah selalu merepotkanmu”. Setiap mendengar ucapan itu aku pasti menangis karena teringat betapa aku dulu yang selalu merepotkannya tapi tidak pernah tuh aku mengucapkan ”maaf atau terimakasih” padanya, padahal aku sudah merepotkannya sejak aku terlahir ke dunia ini bahkan sejak berada dalam kandungannya.

Kini alarm itu sudah lama tidak berbunyi lagi, bukankah itu berarti aku harusnya senang karena aku bebas pergi kemana saja, pulang kapan saja, berteman dengan siapa saja atau melakukan apa saja ( tanpa ada yang melarang dan mengawasi). Jawabannya adalah TIDAK, karena ternyata aku memerlukan alarm itu, aku kangen kecerewetannya, omelannya sangat ingin aku dengar sekarang. Sayang sudah hampir 10 tahun aku tidak pernah mendengar suara alarm  itu.

Setelah kepergiannya aku baru sadar bahwa omelan, kecerewetan yang selalu membuat aku risih atau males mendengarnya itu ternyata untuk kebaikan ku sendiri. Memang penyesalan selalu datang terlambat, kita baru menyadari pentingnya seseorang setelah orang itu tiada.

Untuk ibu yang semoga tenang di alam sana aku hanya ingin mengucapkan terima kasih atas pengorbanan dan kasih sayangmu kepada kami. Semoga setiap tetesan darah, keringat dan airmatamu dalam mengurus dan membesarkan kami, menjadi ladang pahala buatmu dan menjadi penghapus dosa-dosamu. Amin ya rabb ..

Sumber : Kompasiana.com (Ditulis oleh Cucu Caswati)

Posted By Dhietcorner2:49:00 PM