Showing posts with label Lifestyle. Show all posts
Showing posts with label Lifestyle. Show all posts

Wednesday, May 22, 2013

Tips Mempersiapkan Mahasiswa Dari Dunia Pendidikan Memasuki Dunia Kerja

Filled under: , ,


Bismillahirrohmanirrohim
Saat ini angka pengangguran sudah sangat tinggi. Setiap kampus menamaatkan ratusan sarjana, sedangkan penambahan lapangan pekerjaan tidak sebanding. Bagaimana pula nanti ketika pasar bebas telah masuk Indonesia? Misalnya, jika ada orang India dan Indonesia yang sama hebatnya, namun orang India menguasai bahasa Inggris dengan baik, mana yang akan dipilih perusahaan? Sudah siapkah sumber daya manusia (SDM) kita? Lalu apa yang harus dilakukan para sarjana muda (atau mahasiswa) kita saat ini? Berikut ini, iniopiniku.com akan berbagi tips untuk Anda, agar dapat dijadikan referensi para sarjana muda (atau mahasiswa) dalam menghadapi dunia kerja nanti:

Posted By Dhietcorner9:24:00 AM

Tips 9 Jurus Memancing Kreatifitas

Filled under: , ,


Bismillahirrohmanirrohim
Entah ke mana perginya kreativitas. Sementara deadline di depan mata. Banyak orang mengaku menjadi kreatif ketika berada di bawah tekanan. Namun, studi menunjukkan sebaliknya. Orang menjadi paling tidak kreatif ketika harus berjuang memenuhi target deadline. Mengapa? Tenggat waktu tidak menciptakan suasana kondusif bagi kreativitas karena Anda tidak memiliki waktu untuk memikirikan masalah secara mendalam. Sebagian besar ide justru muncul setelah Anda diberi cukup waktu untuk membiarkan benih ide itu ‘meresap’ ke dalam pikiran dan berkembang sampai matang. Berikut ini tipsanda.com akan menguraikan 9 jurus bagaimana memancing kreativitas:

Posted By Dhietcorner9:16:00 AM

Tips Agar Berani Memulai Sesuatu Hal yang Baru

Filled under: , , ,


Bismillahirrohmanirrohim


Anda pasti sering merasa mempu melakukan sesuatu, tapi tiba-tiba Anda ragu, “Apakah saya benar-benar bisa?”, “Bagaimana kalau…”, atau “tapi…” Akhirnya, Anda malah tidak berani menjalankan sama sekali. Satu-satunya cara untuk melawannya adalah dengan kalimat“Memangnya kenapa?” Pikiran Anda tidak akan sempit lagi karena Anda yakin atas kemampuan sendiri. Anda harus berpikiran positif agar Anda bisa bereaksi persis seperti keinginan , atau bakat Anda. Jangan pernah berhenti dan buang jauh-jauh keraguan Anda. Melengkapi artikel sebelumnya tetang Tips Berani Keluar dari Zona Nyaman, maka berikut ini tips yang akan menguraikan Tips Agar Berani Memulai Sesuatu Hal Baru:

Posted By Dhietcorner9:01:00 AM

Tips Berani Keluar Dari Zona Nyaman

Filled under: , , ,


Bismillahirrohmanirrohim
Anda selalu bersikukuh berada di zona nyaman Anda (comfortable zone), dengan alasan Anda takut perubahan yang Anda lakukan mungkin akan mengahasilkan sesuatu yang tidak sesuai harapan. Sampai-sampai membuat keputusan pun akan terasa sulit, karena Anda terlalu dihantui oleh kegagalan akibat perubahan yang Anda lakukan. Padahal, ketika Anda keluar dari zona nyaman, berarti Anda baru saja melakukan langkah maju -terlepas dari baik buruk hasilnya. Seseorang yang terbiasa ‘melompat’ dari zona nyaman, akan tampak sangat dinamis dan lebih ‘hidup’. Banyak bidang-bidang disiplin dan keilmuan yang mengharuskan Anda untuk selalu dinamis, kreatif dan lepas dari zona nyaman, misalnya bidang film, musik, seni atau advertising. Dalam bidang-bidang tersebut, Anda akan ditinggalkan ketika hanya stag dan mengekor keberhasilan yang telah ada. Berikut ini adalah Tips berani (menghilangkan keragu-raguan Anda) Keluar Dari Zona Nyaman:

Posted By Dhietcorner8:55:00 AM

Saturday, March 16, 2013

5 Trik Atasi Lelah dan Jenuh

Filled under: ,


Bismillahirrohmanirrohim.

Lama tidak update blog, kali ini menemukan sebuah ide tulisan yang mudah-mudahan menarik blogger untuk berkunjung ke blog yang sederhana ini hehe. Yuk simak tulisannya.

Beberapa orang pasti mempunyai serangkaian aktivitas yang padat dan pada akhirnya akan membuat lelah dan jenuh akan aktivitas tersebut. 

Posted By Dhietcorner5:57:00 AM

Monday, April 23, 2012

Memahami White Balance dalam Fotografi


BelajarFotografi | Setiap pemilik kamera digital atau handphone kelas menengah yang dilengkapi kamera, paling tidak pernah menemui istilah white balance. Jadi apa itu white balance? Kenapa harus peduli?
Oke mari kita bahas dengan cara yang gampang dan aplikatif.
White balance adalah aspek penting dalam dunia fotografi dan berpengaruh pada hasil akhir foto. Alasan kenapa kita perlu memahami white balance adalah karena kita ingin warna foto kita seakurat mungkin. Jadi, white balance berpengaruh terhadap warna foto.
Agar lebih jelas silahkan lihat contoh foto dibawah ini:
Ketiga foto diatas adalah foto yang identik, bahkan ketiganya berasal hanya dari satu foto. Saya hanya mengubah setting white balance-nya dan hasilnya: ketiganya sangat berbeda warnanya. Foto A tampak sangat kebiruan, foto B terlihat cukup normal dan foto C terlihat kekuning-kuningan.
Perhatikan warna cahaya lampu neon dan lampu bohlam, beda bukan? itu karena masing-masing neon dan bohlam memiliki ”temperatur warna“ yang berbeda. Cahaya yang kekuningan (bohlam) disebut hangat sementara cahaya yang kebiruan (neon) disebut dingin.
Alasan kenapa kamera memerlukan setting white balance adalah karena kita memotret dalam kondisi pencahayaan yang berubah-rubah. Mata telanjang kita adalah alat yang super canggih dan mampu beradaptasi (menyeimbangkan) terhadap perubahan warna cahaya, jadi kertas putih dimanapun akan tampak putih bagi kita. Namun kamera tidaklah secanggih mata, karena itu kertas putih belum tentu terlihat putih bagi kamera dalam warna pencahayaan yang berbeda.
Jadi tujuan setting white balance adalah memerintahkan kamera agar mengenali temperatur sumber cahaya yang ada. Supaya yang putih terlihat putih, merah terlihat merah dan hijau terlihat hijau, atau dengan kata lain agar kamera merekam warna obyek secara akurat dalam kondisi pencahaayan apapun.
Bagaimana Cara Setting White Balance?
Setiap kamera memiliki cara setting yang berbeda, oleh karena itu anda harus merujuk pada buku manual jika memang sejauh ini belum menemukan caranya. Anda bisa mencari buku manual kamera disini. Kalau anda masih bingung, gunakan mode auto white balance. Kamera mungkin tidak selalu benar namun paling tidak lebih banyak benar.
Preset
Anda juga bisa menggunakan preset jika memang tersedia di kamera anda:
  • Auto – kamera akan menebak temperatur warna berdasar program yang ditanam dari sononya oleh pembuat kamera. Anda bisa menggunakannya pada kebanyakan situasi, namun tidak disetiap situasi (misal: memotret saat sunset/sunrise)
  • Tungsten – disimbolkan dengan ikon bohlam. Karena itu cocok digunakan saat anda memotret di ruangan dengan sumber cahaya bohlam.
  • Fluorescent – disimbolkan dengan ikon lampu neon, gunakan saat memotret di ruangan dengan pencahayaan lampu neon.
  • Daylight – biasanya dengan simbol matahari, gunakan saat berada di bawah sinar matahari
  • Cloudy – disimbolkan dengan awan, gunakan saat memotret di cuaca mendung
  • Flash – simbolnya kilat, jika anda menggunakan lampu flash (strobe) gunakan preset ini.
  • Shade – biasanya simbolnya rumah atau pohon, gunakan saat memotret dalam rumah (siang hari) atau anda berada di daerah bayangan – bukan sinar matahri langsung.
Cara Setting White Balance Secara Manual
Beberapa kamera, terutama SLR dan prosumer, menyediakan fasilitas setting white balance manual. Setting manual adalah cara paling akurat jika kita bingung dengan temperatur warna sumber cahaya kita. Ini biasanya terjadi dalam pemotretan dengan sumber pencahayaan yang lebih kompleks (lebih dari satu jenis temperatur warna).
Kita bisa memanfaatkan kertas putih untuk tujuan ini. Set white balace mode di custom atau manual, kemudian arahkan kamera supaya membidik kertas ini kemudian jepret. Kamera akan mendeteksi warna putih dan menyimpan temperaturnya, akan muncul konfirmasi di layar LCD kamera kalau setting sudah OK.
Cara yang lebih mudah dan akurat adalah dengan menggunakan aksesoris tambahan yang bernama expodisc atau kenko, harganya berkisar dari Rp. 800 ribu s/d Rp. 1,5 Juta. Anda bisa membeli-nya di toko-toko kamera besar di Jakarta dan Surabaya.

Posted By Dhietcorner8:46:00 PM

Memahami Shutter Speed dalam Fotografi


BelajarFotografi | Secara definisi, shutter speed adalah rentang waktu saat shutter di kamera anda terbuka. Secara lebih mudah, shutter speed berarti waktu dimana sensor kita ‘melihat’ subyek yang akan kita foto. Gampangnya shutter speed adalah waktu antara kita memencet tombol shutter di kamera sampai tombol ini kembali ke posisi semula.
Supaya mudah, kita terjemahkan konsep ini dalam beberapa penggunaannya di kamera:
  • Setting shutter speed sebesar 500 dalam kamera anda berarti rentang waktu sebanyak 1/500 (seperlimaratus) detik. Ya, sesingkat dan sekilat itu. Sementara untuk waktu eksposur sebanyak 30 detik, anda akan melihat tulisan seperti ini: 30’’
  • Setting shutter speed di kamera anda biasanya dalam kelipatan 2, jadi kita akan melihat deretan seperti ini: 1/500, 1/250, 1/125, 1/60, 1/30 dst. Kini hampir semua kamera juga mengijinkan setting 1/3 stop, jadi kurang lebih pergerakan shutter speed yang lebih rapat; 1/500, 1/400, 1/320, 1/250, 1/200, 1/160 … dst.
  • Untuk menghasilkan foto yang tajam, gunakan shutter speed yang aman. Aturan aman dalam kebanyakan kondisi adalah setting shutter speed 1/60 atau lebih cepat, sehingga foto yang dihasilkan akan tajam dan aman dari hasil foto yang berbayang (blur/ tidak fokus). Kita bisa mengakali batas aman ini dengan tripod atau menggunakan fitur Image Stabilization (dibahas dalam posting mendatang)
  • Batas shutter speed yang aman lainnya adalah: shutter speed kita harus lebih besar dari panjang lensa kita. Jadi kalau kita memakai lensa 50mm, gunakan shutter minimal 1/60 detik. Jika kita memakai lensa 17mm, gunakan shutter speed 1/30 det.
  • Shutter speed untuk membekukan gerakan. Gunakan shutter speed setinggi mungkin yang bisa dicapai untuk membekukan gerakan. Semakin cepat obyek bergerak yang ingin kita bekukan dalam foto, akan semakin cepat shutter speed yang dibutuhkan. Untuk membekukan gerakan burung yang terbang misalnya, gunakan mode Shutter Priority dan set shutter speed di angka 1/1000 detik (idealnya ISO diset ke opsi auto) supaya hasilnya tajam. Kalau anda perhatikan, fotografer olahraga sangat mengidolakan mode S/Tv ini.
  • Blur yang disengaja – shutter speed untuk menunjukkan efek gerakan. Ketika memotret benda bergerak, kita bisa secara sengaja melambatkan shutter speed kita untuk menunjukkan efek pergerakan. Pastikan anda mengikutkan minimal satu obyek diam sebagai jangkar foto tersebut. Coba perhatikan foto dibawah:


Sumber : belajarfotografi.com

Posted By Dhietcorner8:43:00 PM

5 Settingan Yang Harus Diperiksa Sebelum Mulai Memotret


BelajarFotografi | Pernah tidak mengalami kejadian seperti ini?
  • Anda pulang dari acara memotret dan baru menyadari bahwa tadi di sepanjang pemotretan anda menggunakan ISO 1200, padahal acaranya dilaksanakan di siang bolong saat ISO 100 saja cukup
  • Anda baru menyadari bahwa anda menggunakan settingan white balance untuk mendung, padahal dari awal acaranya dilakukan diruangan dengan penerangan lampu neon
Kesalahan mendasar seperti ini membuat kita harus bersusah payah melakukan koreksi pada foto, kalau satu dua sih tidak masalah, kalau ratusan foto?. Okelah, mungkin dengan bantuan software kita bisa melakukan koreksi dengan relatif cepat, tapi bukankah lebih enak kalau kesalahan seperti ini bisa dihindari sejak awal.
Ada 5 hal mendasar yang harus selalu kita periksa sebelum jari kita memencet tombol shutter pertama kali. Silahkan:

1. Periksa Settingan White Balance Anda

Settingan White Balance
Gunakan settingan white balance yang sesuai dengan kondisi, atau kalau anda percaya dengan kamera, set white balance di posisi auto. Baca lebih jauh tentang white balance.

2. Hidupkan Highlight Warning Kamera

Highlight Warning
Tips ini ampuh untuk menghindari foto yang overexposure. Highlight warning adalah penanda yang muncul di layar LCD kamera saat ada bagian foto yang terbakar alias overexposed.

3. Periksa Setting ISO

Settingan ISO
Settingan ISO menentukan seberapa peka sensor kamera kita terhadap cahaya, makin tinggi angkanya semakin peka. Kalau tadi malam anda memotret pesta ulang tahun teman anda di restoran, pastinya ISO yang digunakan akan berbeda dengan setting ISO saat akan digunakan untuk memotret acara gerak jalan dikantor.
Baca lebih jauh mengenai ISO disini.

4. Periksa Setting Ukuran dan Format Foto

Ukuran foto
Memotret ribuan foto sekaligus, seperti misalnya saat anda hunting di kebun binatang, tentunya membutuhkan pengaturan ukuran foto yang berbeda dibandingkan memotret keluarga di studio misalnya, apalagi jika kartu memori yang anda miliki kapasitasnya berbeda.
Format foto, apakah harus memilih JPG atau RAW juga wajib dipertimbangkan sebelum sesi foto anda dimulai.

5. Periksa Settingan Mode Ekspposur Kamera

Setting mode eksposure
Dalam kamera SLR atau pocket, biasanya tersedia beberapa pilihan untuk mode eksposur yang anda pilih: Manual-Aperture Priority-Shutter Priority-Mode Program-dan beberapa preset bawaan kamera. Pastikan anda sudah mengetahui mode mana yang akan anda pilih.

Mengenai mode eksposur dan beberapa preset, silahkan baca lebih jauh disini.

Lakukan 5 persiapan diatas, maka acara hunting, sesi memotret maupun iseng-iseng memotret acara di RT anda akan lebih lancar dan anda juga akan terlihat lebih profesional.

Posted By Dhietcorner8:22:00 PM

20 Tips Komposisi Agar Foto Makin Keren

BelajarFotografi | Komposisi dalam bidang seni apapun adalah ibarat selera akan makanan, semua kembali ke preferensi  masing-masing. Namun begitu, ada beberapa panduan tertentu yang tak lekang waktu dan ikut di amini oleh mayoritas pelaku.
Duapuluh tips singkat komposisi untuk fotografi berikut disarikan dari beragam sumber tulisan serta buku fotografi dan semoga pembaca bisa menambah atau menguranginya dengan mengisi komentar di akhir tulisan. Isinya bukan aturan tapi panduan, karena sekali lagi komposisi adalah masalah selera.
  • Tarik perhatian ke arah subyek utama dalam foto. Manfaatkan warna, bentuk, cahaya atau garis supaya foto tampak kuat dan menyedot perhatian
    2918681424_4ebd1a42dc_m
  • Sederhana, makin sederhana susunan foto anda makin kuat kesan yang ditimbulkan
    853806749_b775c85369
  • Kurangi elemen yang tidak seirama. Jika menurut anda ada elemen tertentu yang merusak irama dan keharmonisan foto, singkirkan – tutupi – atau pindahkan sudut pemotretan supaya elemen tersebut hilang
    istock_000009494535small
  • Penuhi seluruh isi frame dengan obyek utama. Kadang foto yang kuat kesannya adalah foto yang tanpa background sama sekali
    istock_000010211189xsmall
  • Jangan biarkan ruang kosong mendominasi foto
    3909629229_bce2a169b5_m
  • Cek daerah disekitar garis frame, jangan biarkan ada tangan, kaki atau bagian penting obyek terpotong tanpa alasan kuat
  • Maksimalkan penggunaan point of view (titik pandang) yang menarik, jangan melulu memotret dari depan subyek
    istock_000003706484xsmall
  • Jangan lupa rule of third. Tarik garis imajiner yang membagi foto menjadi 9 bagian sama besar. Tempatkan obyek utama di persimpangan garis-garisnya
    2958127042_a5f79e9b29_o
  • Saat memotret orang, usahakan selalu agar mata berada diatas garis tengah foto
    istock_000003558969xsmall
  • Bagian paling terang dalam foto adalah bagian yang paling menyedot perhatian mata. Taruh obyek utama disana
    Sandcastle on Morro Strand State Beach, with Morro Rock visible in background, after sunset 24 Aug 2009
  • Background lah yang memperkuat kesan. Jadi jangan biarkan background mematikan obyek utama. Baca lebih jauh tentang background disini.
    2985066755_a23e402f28_m
  • Memotret secara horisontal memperkuat kesan lebar dan secara vertikal memperkuat kesan tinggi
  • Tajamkan mata untuk mengenali pola yang berulang, manfaatkan 
    22348414_9769281ba9_m
  • Tajamkan mata untuk mengenali pola simetri, manfaatkan
    350058516_10387c7459_m
  • Leading line dan kurva-S selalu menyenangkan dilihat
    istock_000011126150xsmall
  • Untuk memotret anak-anak, jongkoklah. Sejajarkan kamera dengan mata mereka
    DSC_3897b
  • Hindari menaruh titik perhatian tepat ditengah-tengah foto
  • Hindari meletakkan garis horison tepat di tengah foto, usahakan horison ada di sepertiga atas atau bawah
    Delineated
  • Jangan biarkan garis horison menabrak bagian obyek yang penting
  • Cek, cek dan cek lagi sesaat sebelum memencet shutter. Pastikan apa yang tampak di viewfinder sesuai keinginan anda
    Hydrant

Posted By Dhietcorner8:17:00 PM

Thursday, February 16, 2012

11 Tips Fotographer Untuk Pemula


Bismillahirrohmanirrohim….
Saya akan post sedikit tips-tips bagi para pembaca yang baru memulai hobinya sebagai fotographer.

  1. Jangan gila membeli peralatan yang paling mahal segera.
    Ini mungkin untuk mendapatkan foto yang sangat bagus dengan jalur murah dan menembak. Lihat contoh-contoh ini di Flickr. Foto-foto yang Anda ambil, semakin Anda akan tahu tentang jenis kamera untuk dapatkan ketika saatnya untuk upgrade.

  2. Pertimbangkan tripod.
    Di sisi lain, sebuah tripod murah layak mendapatkan, terutama jika Anda memiliki tangan gemetar seperti saya. Ketika aku sampai di tripod, kepuasan saya dengan tembakan saya melejit. Untuk stabilitas bahkan lebih, gunakan fungsi timer kamera Anda dengan tripod.

  3. Simpan kamera dengan Anda sepanjang waktu.
    Ops Foto sering datang ketika Anda tidak mengharapkannya. Jika Anda dapat menjaga peralatan yang relatif sederhana - hanya tas kamera kecil dan tripod - Anda mungkin bisa mengambil keuntungan dari beberapa peluang yang tak terduga. Atau, jika ponsel Anda dilengkapi kamera, menggunakannya untuk mengambil “catatan” di adegan Anda ingin kembali ke dengan kamera biasa.

  4. Buatlah daftar gambar yang ingin Anda dapatkan.
    Untuk saat-saat Anda tidak dapat membawa kamera Anda di sekitar, menjaga buku catatan kecil untuk menuliskan tempat Anda ingin kembali dan foto.Pastikan untuk mencatat setiap detail penting, seperti pencahayaan, sehingga Anda dapat kembali pada saat yang sama, siang atau ketika hak cuaca itu. Jika Anda tidak ingin membawa notebook, mengirimkan email yang menggunakan ponsel Anda dengan Jott.com.

  5. Jangan mengabaikan mata pelajaran biasa untuk fotografi.
    Anda mungkin tidak melihat sesuatu yang menarik untuk memotret di ruang tamu Anda atau halaman belakang Anda, tetapi coba lihatlah lingkungan yang akrab dengan mata segar. Anda mungkin menangkap trik yang menarik cahaya atau menemukan beberapa bunga liar yang tak terduga di halaman Anda. Seringkali subjek sederhana membuat tembakan terbaik.

  6. Nikmati proses belajar.
    Bagian terbaik dari memiliki hobi seperti fotografi tidak pernah kehabisan hal untuk belajar. Inspirasi ada di sekitar Anda. Lihatlah segala sesuatu dengan mata seorang fotografer dan Anda akan melihat peluang yang tidak pernah melihat sebelumnya.

  7. Manfaatkan sumber informasi gratis untuk belajar.
    Browse melalui Flickr atau website seperti Forum Sekolah Fotografi Digital untuk inspirasi dan tips. Juga, perpustakaan setempat Anda mungkin memiliki banyak buku tentang semua jenis fotografi. Jika Anda tertarik untuk belajar tentang pasca pengolahan, memberikan software gratis seperti GIMP mencoba.

  8. Percobaan dengan pengaturan kamera Anda.
    Titik dan menembak mungkin lebih fleksibel dan kuat dari yang Anda tahu. Baca manual untuk bantuan mengartikan semua simbol-simbol kecil. Ketika Anda menjelajahi, coba menembak subjek Anda dengan beberapa konfigurasi untuk mempelajari apa efek yang Anda suka. Ketika Anda sedang melihat foto Anda di komputer, Anda dapat memeriksa data EXIF ​​(biasanya dalam properti file) untuk mengingat pengaturan yang Anda gunakan.

  9. Pelajari aturan dasar.
    Jumlah informasi tentang fotografi online dapat banyak. Mulailah dengan beberapa artikel pada komposisi. Terbuka untuk apa fotografer lebih berpengalaman telah mengatakan tentang teknik. Anda harus tahu aturan sebelum Anda dapat melanggarnya.

  10. Mengambil foto secara teratur.
    Cobalah untuk memotret sesuatu setiap hari. Jika Anda tidak bisa melakukan itu, pastikan Anda mengambil waktu untuk berlatih secara teratur, sehingga Anda tidak melupakan apa yang telah Anda pelajari. Cara terbaik untuk memotivasi diri sendiri adalah dengan melakukan tugas mingguan dalam Forum DPS.

  11. Jangan takut untuk bereksperimen.
    Jika Anda menggunakan kamera digital, biaya kesalahan adalah gratis. Gila - Anda mungkin berakhir dengan sesuatu yang Anda sukai. Anda pasti akan belajar banyak dalam proses.

    Semoga Bermanfaat :)

    Sumber : http://www.digital-photography-school.com/11-tips-for-beginner-photographers#ixzz1mJiSMwKc

Posted By Dhietcorner8:42:00 PM