Tuesday, June 21, 2011

Telur Penyet

Filled under:

Nah inii menu sebagai pengganti ayam penyet... boleh dicoba.. 



Bahan:
4 btr telur, rebus, kupas
1 ikat daun kemangi
3 iris ketimun
½ bh tomat, potong-potong

Bahan sambal (goreng):
6 bh cabai merah
3 bh cabai rawit
3 bh kemiri
4 bh bawang merah
1 siung bawang putih
50 gr kacang tanah, goreng
1 sdt garam
½ sdt gula pasir

Pelengkap:
Lalapan (daun kemangi, mentimun, tomat)

Cara membuat:
1. Buat sambal penyet: ulek semua bahan sambal penyet yang sudah digoreng hingga halus.
2. Tambahkan telur rebus, tekan di atas sambal hingga pecah.
3. Hidangkan dengan lalapan daun kemangi, mentimun, dan irisan tomat.

Resep: Erwin Kuditawati
Uji Dapur: Klub Nova
Penata saji: T. Firta Hapsari



Sumber : kompas.com

Posted By Dhietcorner11:40:00 AM

Ice Cream Waffle

Filled under:


Menuu yg jangan sampe ketinggalan nih gan .. So Delicious ..

Bahan:
3 btr telur
1 sdm ragi instan
200 gr gula pasir
1/2 sdt garam
500 ml susu cair
150 gr mentega, lelehkan
500 gr tepung terigu
1 sdt baking powder

Pelengkap:
250 gr ice cream 3 rasa
50 ml cokelat leleh

Cara membuat:
1. Taruh tepung terigu, baking powder, gula pasir dalam wadah. Buat lubang di tengahnya, lalu masukkan ragi instan dan telur. Aduk sambil tuangi susu sedikit demi sedikit sambil diaduk sampai licin.
2. Masukkan mentega leleh dan garam sambil aduk sampai rata. Diamkan selama 15 menit.
3. Olesi cetakan wafel dengan sedikit mentega dan panaskan sampai cetakan berasap. Tuang adonan wafel ke dalam cetakan hingga penuh, katupkan tutupnya. Balik hingga bagian bawah terlapisi adonan. Masak hingga wafel matang dan kekuningan, keluarkan dari cetakan.
4. Sajikan wafel dengan es krim dan cokelat leleh.
Untuk 6 Orang

Resep: Nuraini W
Uji Dapur: Klub Nova
Penata Saji: Popy Fitria

Sumber : kompas.com

Posted By Dhietcorner11:35:00 AM

Pempek Kapal Selam

Filled under:

Dibawah ini post ane yg pertama gan sputar kuliner... cekidot...



Bahan:
500 gr daging ikan (haluskan dengan pirian)
1 sdm penyedap masakan
2 sdm gula pasir
1 sdm garam
250 ml air
500 gr tepung sagu
10 btr telur ayam

Bahan cuko khas Palembang
1/4 kg gula merah + 600 cc air, rebus dan saring
1 sdm garam
1/2 sdm bumbu penyedap
1 sdm bawang putih, haluskan
1 sdm rawit, haluskan
1 sdm cabai merah, haluskan
3 sdm cuka
1 sdm ebi, tumbuk dan sangrai

Cara membuat:
1. Campur daging ikan dengan air sedikit demi sedikit sambil diuleni hingga rata. Tambahkan garam, gula pasir, penyedap masakan, aduk hingga rata. Masukkan sagu, aduk sampai rata.
2. Timbang adonan masing-masing 50 gr atau 100 gr untuk ukuran besar. Ambil satu adonan, buat lubang di tengahnya, masukkan 1 butir telur ayam ke dalamnya, tutup kembali perlahan-lahan sampai rapat.
3. Masukkan langsung ke dalam air mendidih, masak sampai matang. Angkat, tiriskan.
4. Goreng hingga berkulit, potong-potong lalu hidangkan dengan mi kuning, irisan timun, dan cuko.

Membuat cuko:
1. Aduk bawang putih halus, cabai rawit, dan cabai merah yang dihaluskan dengan cuka. Diamkan 30 menit.
2. Tambahkan rebusan gula merah, garam, dan penyedap. Cuko siap dihidangkan dengan pempek.

Tips
* Penyedap masakan bisa diganti dengan gula pasir.
* Setiap akan membuat pempek kapal selam, sebaiknya tangan dilumuri dengan tepung sagu.
* Pirian adalah alat untuk menghaluskan daging ikan, memisahkan daging ikan dengan urat atau serat-serat ikan, bentuknya seperti saringan dan terbuat dari kuningan.
* Cara menggunakannya, tekan pirian di atas potongan ikan, daging yang tersaring di atasnya dapat langsung disendokkan dan uratnya akan tersisa di bagian bawah pirian.
* Pempek lenjeran sama dengan resep kapal selam, hanya dibentuk memanjang.

Untuk 12 buah

Resep: Erwin Kuditawati
Uji Dapur: Klub Nova
Penata Saji: T. Firta Hapsari



Sumber : Kompas.com

Posted By Dhietcorner11:27:00 AM

Kiat Mengatasi Delapan Konflik Keuangan

Filled under:

Hubungan pertemanan dan keluarga bisa berantakan gara-gara uang. Kuasai triknya agar bisa keluar dari persoalan keuangan yang melibatkan teman dan keluarga.

1. Memisahkan bon sendiri
Ketika makan bersama teman biasanya bon makanan dihitung menjadi satu. Kebiasaan ini bisa memicu masalah keuangan.

Solusinya, jika harga makanan yang dipesan tidak jauh berbeda dengan teman, pertimbangkan untuk memisahkan bon sendiri kecuali saat dalam keadaan krisis keuangan. Namun bila bersama teman dengan jumlah yang banyak, Anda bisa mengecek dan mengingat apa saja yang dipesan, kemudian membayarnya sesuai pesanan Anda.

2. "Nyumbang yuk!"

Saat banyak terjadi bencana, Anda ingin memberikan sumbangan atau mengajak orang di sekitar untuk turut menyumbang. Niatan baik tak perlu dinodai dengan membebankan orang lain, yang akhirnya merusak hubungan baik.

Solusinya, Anda bisa meminta tolong kepada keluarga atau teman dekat untuk memberikan sumbangan secara kolektif. Misalnya, dengan membuat makanan untuk dijual, lalu hasilnya disumbangkan. Dengan begitu Anda bisa mewujudkan niat baik untuk menyumbang korban bencana, tanpa membebani orang lain.

3. Meminjamkan uang ke teman
Pernahkah Anda meminjamkan uang ke teman, namun dalam jangka waktu lama ia belum juga mengembalikan? Namun tak sengaja, Anda bertemu dengannya sambil membawa tas jinjing baru yang mahal. Perilaku seperti ini mungkin saja menjadi sumber masalah dalam hubungan pertemanan. Tergantung bagaimana Anda menyikapinya, marah atau berpikir positif.

Solusinya, sebaiknya tanyakan langsung dan bicaralah baik-baik mengenai pembayaran uang Anda. Boleh jadi ia lupa. Hal ini juga bisa menjadi pelajaran untuk tidak meminjamkan uang sembarangan. Bila ingin membantu teman, berikan sebagai hadiah dan tidak mengharapkan kembali.

4. Membayar biaya konsultasi
Memakai jasa profesional seperti akuntan, pengacara, arsitek membutuhkan biaya. Namun bagaimana jika profesional tersebut adalah teman Anda? Jangan sampai persoalan pembayaran merusak hubungan.

Solusinya, sebaiknya Anda membayar jasa profesional, sekalipun ia adalah teman baik. Tetapi lain halnya jika teman Anda berniat menolong, dan menolak dibayar. Jika hal ini terjadi pada Anda, sebaiknya tunjukkan rasa terima kasih dengan mentraktirnya makan di restoran favoritnya atau mengundangnya makan di rumah.

5. Partisipasi memberikan hadiah
Seringkali Anda berada dalam posisi di mana Anda perlu berpartisipasi dalam kegiatan grup. Grup Anda ingin membelikan hadiah untuk salah satu anggotanya. Namun kok beberapa teman ingin memberikan hadiah yang mahal, dan Anda tak menyetujuinya. Perbedaan pendapat seperti ini jangan sampai memicu konflik.

Solusinya, daripada hadiah yang diberikan tidak sesuai dengan keinginan, lebih baik Anda mencari hadiah sendiri. Cara ini membuat hati puas dan tidak terbebani. Apalagi jika menyangkut anggaran yang tak sesuai dengan isi dompet Anda. Anda bisa bilang ke grup bahwa telah menyiapkan hadiahnya sejak lama. Alasan ini melindungi Anda dari kewajiban berkontribusi yang tak seusai dengan anggaran. Hubungan pun tetap terjaga baik dengan grup.

6. Pengeluaran melebihi anggaran
Apapun bentuknya, seringkali rencana belanja yang dikeluarkan melebihi anggaran. Contohnya, Anda punya rencana berakhir pekan bersama teman, namun biaya yang dikeluarkan melebihi anggaran.

Solusinya, rencanakan perjalanan. Jika teman terlanjur booking di tempat mahal, sebaiknya Anda mundur dan berkata jujur tidak mampu membiayai perjalanan. Sebagai tanggung jawab, bayarlah biaya pembatalan. Jika teman menawarkan pinjaman uang, pertimbangkan apakah kelak Anda mampu membayarnya.

7. "Beli di mana?"
Jika ada teman bertanya, "Di mana kamu membeli barang yang lucu ini?" Sebenarnya Anda membelinya di toko kecil yang murah. Tak perlu malu mengatakan jujur apa adanya. Menyembunyikan informasi justru membuat hubungan tak nyaman.

Solusinya, berkata jujur atau jika memang tak ingin sepenuhnya mengakui di mana Anda membelinya, cari saja alasan. Bilang saja, saat berbelanja Anda mengunjungi beberapa tempat, dan lupa toko mana yang didatangi untuk membeli barang tersebut.

8. Teman memberikan uang
Anda memang sedang membutuhkan bantuan keuangan. Teman Anda mempunyai penghasilan lebih besar, dan ingin membantu Anda. Menerima atau menolak ya?

Solusinya, ijinkan teman Anda yang ingin bermurah hati. Sebagai tanda terima kasih, Anda bisa membalas dengan ide kreatif seperti memberikan benda berharga yang tak perlu mahal. Atau mengajaknya hangout untuk mempererat kebersamaan. Masalah uang jangan jadi membuat hubungan tak nyaman.



Sumber : Kompas.com

Posted By Dhietcorner11:11:00 AM

Sunday, March 27, 2011

Manusia dan Tanggung Jawab

Filled under:

Tanggung jawab menurut kamus umum Bahasa Indonesia adalah, keadaan wajib menanggung segala sesuatu, sehingga bertanggung jawab menurut kamus umum Bahasa Indonesia adalah berkewajiban menanggung, memikul jawab, menanggung segala sesuatunya atau memberikan jawab dan menanggung akibatnya.
Tanggung jawab adalah kesadaran manusia akan tingkah laku atau perbuatan yang disengaja maupun yang tidak di sengaja. Tanggung jawab juga berarti berbuat sebagai perwujudan kesadaran akan kewajiban.
Tanggung jawab bersifat kodrati, artinya sudah menjadi bagian kehidupan manusia, bahwa setiap manusia pasti dibebani dengan tanggung jawab. Apabila ia tidak mau bertanggung jawab, maka ada pihak lain yang memaksa tanggung jawab itu. Dengan demikian tanggung jawabitu dapat dilihat dari dua sisi yaitu dari sisi yang berbuat dan dari sisi yang kepentingan pihak lain. Dari sisi si pembuat ia harus menyadari akibat perbuatannya itu dengan demikian ia sendiri pula yang harus memulihkan ke dalam keadaan baik. Dari sisi pihak lain apabila si pembuat tidak mau bertanggung jawab, pihak lain yang akan memulihkan baik dengan cara individual maupun dengan cara kemasyarakat.
Apabila dikaji, tanggung jawab itu adalah kewajiban atau beban yang harus dipikul atau dipenuhi, sebagai akibat perbuatan pihak yang berbuat, atau sebagai akibat dari perbuatan pihak lain, atau sebagai pengabdian, pengorbanan pada pihak lain. Kewajiban beban itu ditujukan untuk kebaikan pihak yang berbuat sendiri atau pihak lain.

MACAM-MACAM TANGGUNG JAWAB
Manusia itu berjuang adalah memenuhi keperluannya sendiri atau untuk keperluan pihak lain. Untuk itu ia menghadapi manusia lain dalam masyarakat atau menghadapi lingkungan alam. Dalam usahanya itu manusia juga menyadari bahwa ada kekuatan lain yang ikut menentukan, yaitu kekuasaan Tuhan. Dengan demikian tanggung jawab itu dapat dibedakan menurut keadaan manusia atau hubungan yang dibuatnya, atas dasar ini, lalu dikenal beberapa jenis tanggung jawab, yaitu

1. Tanggung jawab terhadap diri sendiri

Tanggung jawab terhadap diri sendiri menentukan kesadaran setiap orang untuk memenuhi kewajibannya sendiri dalam mengembangkan kepribadian sebagai manusia pribadi. Dengan demikian bisa memevahkan masalah-masalah kemanusiaan mengenai dirinya sendiri menurur sifat dasarnya manusia adalah mahluk bermoral, tetapi manusia juga pribadi. Karena merupakan seorang pribasi maka manusia mempunyai pendapat sendiri, perasaan sendiri, berangan-angan sendiri. Sebagai perwujudan dari pendapat, perasaan dan angan-angan itu manusia berbuat dan bertindak. Dalam hal ini manusia tidak luput dari kesalahan, kekeliruan, baik yang sengaja maupun yang tidak.

2. Tanggung jawab terhadap keluarga

Keluarga merupakan masyarakat kecil. Keluarga terdiri dari suami, ister, ayah, ibu anak-anak, dan juga orang lain yang menjadi anggota keluarga. Tiap anggota keluarga wajib bertanggung jawab kepada keluarga. Tanggung jawab ini menyangkut nama baik keluarga. Tetapi tanggung jawab juga merupakan kesejahteraan, keselamatan dan kehidupan.

3. Tanggung jawab terhadap masyarakat

Pada hakekatnya manusia tidak bisa hidup tanpa bantuan manusia lain, sesuai dengan kedudukannya sebagai mahluk sosial. Karena membutuhkan manusia lain maka ia harus berkomunikasi dengan manusia lain. Sehingga dengan demikian manusia disini merupakan anggota masyarakat yang tentunya
Ilmu Budaya Dasar – ATA 07/08 Halaman 3 dari 6
mempunyai tanggung jawab seperti anggota masyarakat yang lain agar dapat melangsungkan hidupnya dalam masyrakat tersebut. Wajarlah apabila segala tingkah laku dan perbuatannya harus dipertanggung jawabkan kepada masyarakat.

4. Tanggung jawab kepada Bangsa / negara
Suatu kenyataan lagi, bahwa tiap manusia, tiap individu adalah warga negara suatu negara. Dalam berpikir, berbuat, bertindak, bertingkah laku manusia tidak dapat berbuat semaunya sendiri. Bila perbuatan itu salah, maka ia harus bertanggung jawab kepada negara

5. Tanggung jawab terhadap Tuhan

Tuhan menciptakan manusia di bumi ini bukanlah tanpa tanggung jawab, melainkanuntuk mengisa kehidupannya manusia mempunyai tanggung jawab lngsung terhadap Tuhan. Sehingga tindakan manusia tidak bisa lepas dari hukum-hukum Tuhan yang dituangkan dalam berbagai kitab suci melalui berbagai macam agama. Pelanggaran dari hukum-hukum tersebut akan segera diperingatkan oleh Tuhan dan juka dengan peringatan yang keraspun manusia masih juga tidak menghiraukan maka Tuhan akan melakukan kutukan. Sebab dengan mengabaikan perintah-perintah Tuhan berarti mereka meninggalkan tanggung jawab yang seharusnya dilakukan manusia terhadap Tuhan sebagai penciptanya, bahkan untuk memenuhi tanggung jawab, manusia perlu pengorbanan.

PENGABDIAN DAN PENGORBANAN

Wujud tanggung jawab juga berupa pengabdian dan pengorbanan adalah perbuat baik untuk kepentingan manusia itu sendiri

1. Pengabdian

Pengabdian itu adalah perbuatan baik yang berupa pikiran, pendapat ataupun tenaga sebagai perwujudan kesetiaan, cinta, kasih sayang, hormat, atau satu ikatan dan semua itu dilakukan dengan ikhlas.
Ilmu Budaya Dasar – ATA 07/08 Halaman 4 dari 6
Pengabdian itu hakekatnya adalah rasa tanggung jawab, apabila orang bekerja keras sehari penuh untuk mencukupi kebutuhan, hal itu berarti mengabdi kepada keluarga. Lain halnya jika kita membantu teman dalam kesulitan, mungkin sampai berhari-hari itu bukan pengabdian, tetapi hanya bantuan saja
Pengabdian kepada agama atau kepada Tuhan terasa menonjolnya seperti yang dilakukan oleh para biarawan dan biarawati. Pada umumnya mereka itu adalah orang-orang yang terjun diladang Tuhan karena kesadaran moralnya, karena panggilan Tuhan. Mereka meninggalakan keluarga dan tidak akan berkeluarga.
Pengabdian terhadap negara dan bangsa yang juga menyolok antara lain dilakukan oleh pegawai negri yang bertugas menjaga mercu suar di pulau yang terpencil. Mereka bersama keluarganya hidup terpencil dari masyarakat ramai. Sementara itu setiap hari tiupan angin kencang dari laut tidak pernah berhenti, apalagi bila terjadi badai. Mereka bersunyi diri dalam pengabdian diri demi keselamatan kapal yang lalu lalang. Kesenangan yang dapat dirasakan oleh pegawai negri dikota tidak dapat dirasakan, mungkin sekali-sekali bila mereka memperoleh cuti.

2. Pengorbanan

Pengorbanan berasal dari kata korban atau kurban yang berarti persembahan, sehingga pengorbanan berarti pemberian untuk menyatakan kebaktian. Dengan demikian pengorbanan yang bersifat kebaktian itu mengandung unsur keikhlasan yang tidak mengandung pamrih suatu pemberian yang didasarkan atas kesadaran moral yang tulus ikhlas semata-mata.
Pengorbanan dalam arti pemberian sebagai tanda kebaktian tanpa pamrih dapat dirasakan bila kit membaca atau mendengarkan kotbah agama. Dari kisah para tokoh agama atau nabi, manusia memperoleh tauladan, bagaimana semestinya wajib berkorbanan.
Perbedaan antara pengertian pengabdian dan pengorbanan tidak begitu jelas, karena adanya pengabdian tentu ada pengorbanan . Antara sesama kawan, sulit dikatakan pengabdian karena kata pengabdian mengandung arti lebih rendah
Ilmu Budaya Dasar – ATA 07/08 Halaman 5 dari 6
tingkatannya. Tetapi untuk kata pengorbanan dapat juga diterapkan kepada sesama teman.
Pengorbanan merupakan akibat dari pengabdian. Pengorbanan dapat berupa harta benda, pikiran, perasaan, bahkan dapat juga berupa jiwanya. Pengorbanan diserahkan secara ikhlas tanpa pamrih, tanpa ada perjanjian, tanpa ada transaksi, kapan saja diperlukan.
Pengabdian lebih banyak menunjuk kepada perbuatan sedangkan, pengorbanan lebih banyak menunjuk kepada pemberian sesuatu misalnya berupa pikiran, perasaan, tenaga, biaya, waktu. Dalam pengabdian selalu dituntut pengorbanan belum tentu menuntut pengabdian

Posted By Dhietcorner5:31:00 AM

Manusia dan Keadilan

Filled under:

Keadilan menurut Aristoteles adalah kelayakan dalam tindakan manusia. Kelayakan diartikan sebagai titik tengah diantara ke dua ujung ekstrem yang terlalu banyak dan terlalu sedikit. Kedua ujung ekstreni itu menyangkut dua orang atau benda. Bila kedua orang tersebut mempunyai kesamaan dalam ukuran yang telah ditetapkan, maka masing-masing orang harusmemperoleh benda atau hasil yang sama. kalau tidak sama, maka masing-masing orang akan menerima bagian yang tidak sama, sedangkan pelanggaran terhadap proporsi tersebut berarti ketidak adilan.
Keadilan oleh Plato diproyeksikan pada diri manusia sehingga yang dikatakan adil adalah orang yang mengendalikan diri, dan perasaannya dikendalikan oleh akal.
Lain lagi pendapat Socrates yang memproyeksikan keadilan pada pemerintahan. Menurut Socrates, keadilan tercipta bilamana warga negara sudah merasakan bahwa pihak pemerintah sudah melaksanakan tugasnya dengan baik. Mengapa diproyeksikan pada pemerintah, sebab pemerintah adalah pimpinan pokok yang menentukan dinamika masyarakat.
Kong Hu Cu berpendapat lain : Keadilan terjadi apabila anak sebagai anak, bila ayah sebagai ayah, bila raja sebagai raja, masing-masing telah melaksanakan kewajibannya. Pendapat ini terbatas pada nilai-nilai tertentu yang sudah diyakini atau disepakati.
Menurut pendapat yang lebih umum dikatakan bahwa keadilan itu adalah pengakuan dan perlakuan yang seimbang antara hak dan kewajiban. Keadilan terletak pada keharmonisan menuntut hak dan menjalankan kewajiban. Atau dengan kata lain, keadilan adalah keadaan bila setiap orang memperoleh apa yang menjadi haknya dan setiap orang memperoleh bagian yang sama dari kekayaan bersama.
Berdasarkan kesadaran etis, kita diminta untuk tidak hanya menuntut hak dan lupa menjalankan kewajiban. Jika kita hanya menuntut hak dan lupa menjalankan kewajiban, maka sikap dan tindakan kita akan mengarah pada pemerasan dan memperbudak orang lain.Sebaliknya pula jika kita hanya menjalankan kewajiban dan lupa menuntut hak, maka kita akan mudah diperbudak atau diperas orang lain.
B. Kejujuran
Kejujuran atau jujur artinya apa yang dikatakan seseorang sesuai dengan hati nuraninya apa yang dikatakannya sesuai dengan kenyataan yang ada. Sedang kenyataan yang ada itu adalah kenyataan yang benar-benar ada. Jujur juga berarti seseorang bersih hatinya dari perbuatan-perbuatan yang dilarang oleh agama dan hukum. Untuk itu dituntut satu kata dan perbuatan, yang berarti bahwa apa yang dikatakan harus sama dengan perbuatannya. Karena itu jujur berarti jugamenepati janji atau kesanggupan yang terlampir malalui kata-kata ataupun yang masih terkandung dalam hati nuraninya yang berupa kehendak, harapan dan niat. Seseorang yang tidak menepati niatnya berarti mendustai diri sendiri. Apabila niat telah terlahir dalam kata-kata, padahal tidak ditepati, maka kebohongannya disaksikan orang lain. Sikap jujur perlu dipelajari oleh setiap orang, sebab kejujuran mewujudkan keadilan, sedang keadilan mununtut kemuliaan abadi, jujur memberikan keberaniaan dan ketentraman hati, serta menyucikan lagi pula membuat luhurnya budi pekerti. Seseorang mustahil dapat memeluk agama dengan sempurna, apabila lidahnya tidak suci. Teguhlah pada kebenaran, sekalipun kejujuran dapat merugikanmu, serta jangan pula berdusta, walaupun dustamu dapat menguntungkanmu.
C. Pemulihan Nama Baik
Nama baik merupakan tujuan utama orang hidup. Nama baik adalah nama yang tidak tercela. Setiap orang menjaga dengan hati-hati agar namanya tetap baik. Lebih-lebih jika ia menjadi teladan bgai orang/tetangga disekitamya adalah suatu kebanggaan batin yang tak ternilai harganya.
Ada peribahasa berbunyi “daripada berputih mata lebih baik berputih tulang” artinya orang lebih baik mati dari pada malu. Betapa besar nilai nama baik itu sehingga nyawa menjadi taruhannya. Setiap orang tua selalu berpesan kepada anak-anaknya “jagalah nama keluargamu!” Dengan menyebut “nama” berarti sudah mengandung arti “nama baik”. Ada pula pesan orang tua “jangan membuat malu” pesan itu juga berarti menjaga nama baik. Orang tua yang menghadapi anaknya yang sudah dewasa sering kali berpesan “laksanakan apa yang kamu anggap baik, dan jangan kau laksanakan apa yang kau anggap tidak baik!”. Dengan melaksanakan apa yang dianggap baik berarti pula menjaga nama baik dirinya sendiri, yang berarti menjaga nama baik keluarga.
Penjagaan nama baik erat hubungannya dengan tingkah laku atau perbuatan. Atau
boleh dikatakan nama baik atau tidak baik itu adalah tingkah laku atau perbuatannya. Yang dimaksud dengan tingkah laku dan perbuatan îtu, antara lain cara berbahasa, cara bergaul, sopan santun, disiplin pribadi, cara menghadapi orang, perbuatan-perbuatan yang dihalalkan agama dan lain sebagainya.
Tingkah laku atau perbuatan yang baik dengan nama baik itu pada hakekatnya sesuai dengan kodrat manusia, yaitu :
a) manusia menurut sifat dasarnya adalah mahluk moral
b) ada aturan-aturan yang berdiri sendiri yang harus dipatuhi manusia untuk mewujudkan dirinya sendiri sebagai pelaku moral tersebut.
Pada hakekatnya, pemulihan nama baik adalah kesadaran manusia akan segala
kesalahannya; bahwa apa yang diperbuatnya tidak sesuai dengan ukuran moral atau tidak
sesuai dengan ahlak.
Ahlak berasal dari bahasa Arab akhlaq bentuk jamak dari khuluq dan dari akar kata ahlaq yang berarti penciplaan. Oleh karena itu, tingkah laku dan perbuatan manusia harus disesuaikan dengan penciptanya sebagai manusia. Untuk itu, orang harus bertingkah laku dan berbuat sesuai dengan ahlak yang baik.
Ada tiga macam godaaan yaitu derajat/pangkat, harta dan wanita. Bila orang tidak dapat menguasai hawa nafsunya, maka ia akan terjerumus ke jurang kenistaan karena untuk memiliki derajat/pangkat, harta dan wanita itu dengan mempergunakan jalan yang tidak wajar. Jalan itu antara lain, fitnah, membohong, suap, mencuri, merampok, dan menempuh semua jalan yang diharamkan.
Hawa nafsu dan angan-angan bagaikan sungai dan air. Hawa nafsu yang tidak tersalurkan melalui sungai yang baik, yang benar, akan meluap kemana-mana yang akhirnya sangat berbahaya, menjerumuskan manusia ke lumpur dosa.
D. Pembalasan
Pembalasan ialah suatu reaksi atas perbuatan orang lain. reaksi itu dapat berupa perbuatan yang serupa, perbuatan yang seimbang, tingkah laku yang serupa, tingkah laku yang seimbang.
Sebagai contoh, A memberikan makanan kepada B. Di lain kesempatan B memberikan minuman kepada A. Perbuatan tersebut merupakan perbuatan serupa, dan ini merupakan pembalasan.
Dalam Al-Qur’an terdapat ayat-ayat yang menyatakan bahwa Tuhan mengadakan
pembalasan. Bagi yang bertakwa kepada Tuhan diberikan pembalasan dan bagi yang
mengingkari perintah Tuhanpun diberikan pembalasan dan pembalasan yang diberikanpun pembalasan yang seimbang, yaitu siksaan di neraka.
Pembalasan disebabkan oleh adanya pergaulan. Pergaulan yang bersahabat mendapatbalasan yang bersahabat. Sebaliknya, pergaulan yang penuh kecurigaan menimbulkan balasan yang tidak bersahabat pula.
Pada dasarnya, menusia adalah mahluk moral dan mahluk sosial. Dalam bergaul, manusia harus mematuhi norma-norma untuk mewujudkan moral itu. Bila manusia berbuat amoral, lingkunganlah yang menyebabkannya. Perbuatan amoral pada hakekatnya adalah pebuatan yang melanggar atau memperkosa hak dan kewajiban manusia lain.
Oleh karena tiap manusia tidak menghendaki hak dan kewajibannya dilanggar atau diperkosa, maka manusia berusaha mempertahankan hak dan kewajibannya itu.Mempertahankan hak dan kewajiban itu adalah pembalasan.

Posted By Dhietcorner5:26:00 AM