Showing posts with label Tarbiyah. Show all posts
Showing posts with label Tarbiyah. Show all posts

Wednesday, May 22, 2013

Tips Agar Berani Memulai Sesuatu Hal yang Baru

Filled under: , , ,


Bismillahirrohmanirrohim


Anda pasti sering merasa mempu melakukan sesuatu, tapi tiba-tiba Anda ragu, “Apakah saya benar-benar bisa?”, “Bagaimana kalau…”, atau “tapi…” Akhirnya, Anda malah tidak berani menjalankan sama sekali. Satu-satunya cara untuk melawannya adalah dengan kalimat“Memangnya kenapa?” Pikiran Anda tidak akan sempit lagi karena Anda yakin atas kemampuan sendiri. Anda harus berpikiran positif agar Anda bisa bereaksi persis seperti keinginan , atau bakat Anda. Jangan pernah berhenti dan buang jauh-jauh keraguan Anda. Melengkapi artikel sebelumnya tetang Tips Berani Keluar dari Zona Nyaman, maka berikut ini tips yang akan menguraikan Tips Agar Berani Memulai Sesuatu Hal Baru:

Posted By Dhietcorner9:01:00 AM

Tips Berani Keluar Dari Zona Nyaman

Filled under: , , ,


Bismillahirrohmanirrohim
Anda selalu bersikukuh berada di zona nyaman Anda (comfortable zone), dengan alasan Anda takut perubahan yang Anda lakukan mungkin akan mengahasilkan sesuatu yang tidak sesuai harapan. Sampai-sampai membuat keputusan pun akan terasa sulit, karena Anda terlalu dihantui oleh kegagalan akibat perubahan yang Anda lakukan. Padahal, ketika Anda keluar dari zona nyaman, berarti Anda baru saja melakukan langkah maju -terlepas dari baik buruk hasilnya. Seseorang yang terbiasa ‘melompat’ dari zona nyaman, akan tampak sangat dinamis dan lebih ‘hidup’. Banyak bidang-bidang disiplin dan keilmuan yang mengharuskan Anda untuk selalu dinamis, kreatif dan lepas dari zona nyaman, misalnya bidang film, musik, seni atau advertising. Dalam bidang-bidang tersebut, Anda akan ditinggalkan ketika hanya stag dan mengekor keberhasilan yang telah ada. Berikut ini adalah Tips berani (menghilangkan keragu-raguan Anda) Keluar Dari Zona Nyaman:

Posted By Dhietcorner8:55:00 AM

Tuesday, December 20, 2011

Alarm Itu Sudah Tidak Berbunyi Lagi


Bismillahirrohmanirrohim ..

Kali ini saya akan post sebuah cerita yang begitu dalam makna yang terkandung dan bisa jadi renungan untuk pembaca sekalian.. 

Setiap ingin menulis sesuatu tentang “ibu” aku selalu ingat bagaimana tanpa lelah dan tidak pernah mengeluhnya ibu dalam mengurus rumah tangga (anak-anak dan suami). Bagaimana gigihnya ibu berjualan untuk membantu perekonomian keluarga, karena penghasilan bapak yang saat itu hanya seorang PNS golongan rendah tidak cukup untuk menghidupi keluarga dengan 6 (enam) orang anak. Karena kesabaran dan keikhlasannya dalam bekerja (berjualan) juga dalam merawat dan mengasuh kami anak-anaknya, kami masih bisa bertahan menghidupi diri kami sampai sekarang. Banyak pelajaran hidup yang aku dapat darinya. Aku menjadi tahu bagaimana seharusnya menjadi istri dan ibu yang baik bagi suami dan anak-anakku kelak.

Ibu seperti alarm bagiku yang selalu cerewet dalam segala hal, alarm itu akan berbunyi terutama jika aku terlambat pulang tanpa kabar, terlambat makan, dan masih banyak lagi hal-hal kecil menurutku yang tak luput dari pantauannya.

Jujur kadang aku merasa risih terlalu diperhatikan seperti itu. Ada satu peristiwa yang selalu aku ingat yaitu ketika ibu melarang berkawan dengan seorang teman setelah ibu tahu kalau teman tersebut terlibat tawuran dan masuk penjara. Sebagai anak muda jelas saja aku tidak terima dengan larangan itu, tapi karena tidak ingin menyakiti hatinya akupun menuruti untuk tidak terlalu akrab dengan teman tersebut setelah dia keluar dari penjara.

Dibalik kecerewetannya, ibu juga sangat perhatian. Dia tidak akan pernah bisa tidur jika kami anak-anaknya belum lengkap ada di rumah. Ibu selalu setia membukakan pintu buatku jika aku pulang terlambat tengah malam sekalipun.

Ketika dalam kondisi sakitpun ibu masih perhatian kepadaku walaupun dengan cara yang berbeda (alarm itu tidak terlalu sering berbunyi) karena anak-anaknya sudah dewasa. Setelah semua kakak ku berkeluarga, tinggallah kami bertiga (aku, ibu dan bapak ) yang tinggal serumah. Setiap malam ibu selalu setia menunggu aku pulang, kadang aku merasa kasihan harus membuatnya menunggu, padahal aku juga selalu membawa kunci cadangan tapi ibu selalu ingin menunggu “sekedar meyakinkan dan supaya ibu bisa tidur nyenyak” katanya.

Ketika penyakit yang dideritanya membuat dia kewalahan mengurus dirinya sendiri, aku selalu berusaha untuk mengurusi keperluannya, seperti sebisa mungkin menemaninya periksa ke rumah sakit, menyiapkan makannya, obat-obatannya dan keperluan untuk seharian sebelum aku pergi kuliah. Dan setiap selesai aku menyiapkan semua keperluannya, selalu terlontar ucapan “Maaf yah ibu sudah selalu merepotkanmu”. Setiap mendengar ucapan itu aku pasti menangis karena teringat betapa aku dulu yang selalu merepotkannya tapi tidak pernah tuh aku mengucapkan ”maaf atau terimakasih” padanya, padahal aku sudah merepotkannya sejak aku terlahir ke dunia ini bahkan sejak berada dalam kandungannya.

Kini alarm itu sudah lama tidak berbunyi lagi, bukankah itu berarti aku harusnya senang karena aku bebas pergi kemana saja, pulang kapan saja, berteman dengan siapa saja atau melakukan apa saja ( tanpa ada yang melarang dan mengawasi). Jawabannya adalah TIDAK, karena ternyata aku memerlukan alarm itu, aku kangen kecerewetannya, omelannya sangat ingin aku dengar sekarang. Sayang sudah hampir 10 tahun aku tidak pernah mendengar suara alarm  itu.

Setelah kepergiannya aku baru sadar bahwa omelan, kecerewetan yang selalu membuat aku risih atau males mendengarnya itu ternyata untuk kebaikan ku sendiri. Memang penyesalan selalu datang terlambat, kita baru menyadari pentingnya seseorang setelah orang itu tiada.

Untuk ibu yang semoga tenang di alam sana aku hanya ingin mengucapkan terima kasih atas pengorbanan dan kasih sayangmu kepada kami. Semoga setiap tetesan darah, keringat dan airmatamu dalam mengurus dan membesarkan kami, menjadi ladang pahala buatmu dan menjadi penghapus dosa-dosamu. Amin ya rabb ..

Sumber : Kompasiana.com (Ditulis oleh Cucu Caswati)

Posted By Dhietcorner2:49:00 PM

Monday, November 28, 2011

Mengenal Bank Syariah dan Bank Konvensional


Bismillahirrohmanirrohim…
Dalam bidang ekonomi terdapat beberapa perangkat yaitu Bank Syariah dan Bank Konvensional. Apa sih Bank Syariah itu ? Nah disini saya akan mengulas antara Bank Syariah dan Bank Konvensional.



Definisi Bank Syariah dan Bank Konvensional

•Bank Syariah adalah bank yang beroperasi dengan tidak mengandalkan pada bunga. Bank syariah juga dapat diartikan sebagai lembaga keuangan/perbankan yang operasional dan produknya dikembangkan berlandaskan Al-Qur’an dan Hadits Nabi SAW. Bank syariah adalah salah satu bentuk dari bank modern yang didasarkan pada hukum Islam yang sah, dikembangkan pada abad pertama Islam, menggunakan konsep berbagi risiko sebagai metode utama, dan meniadakan keuangan berdasarkan kepastian serta keuntungan yang ditentukan sebelumnya. Bank syariah adalah lembaga keuangan yang usaha pokoknya memberikan kredit dan jasa-jasa lain dalam lalu-lintas pembayaran serta peredaran uang yang beroperasi dengan prinsip-prinsip syariah (hukum Islam).
•Bank Konvensional sebenarnya berasal dari bahasa Inggris “convention”, dalam bahasa Indonesia berarti pertemuan, jadi bank konvensional adalah bank yang mekanisme operasinya berdasarkan sistem yang disepakati bersama dalam suatu pertemuan (kesepakatan). Namun secara realita, sistem perbankan yang menggunakan bunga ini tidak pernah disepakati bersama dalam suatu konvensi apapun. Hal inilah yang kemudian menyebabkan bunga yang di ambil oleh Bank konvensional menjadi riba, sedangkan riba dalam sistem ekonomi Islam adalah sesuatu yang diharamkan, karena mengambil sesuatu yang bukan hak milik demi mendapatkan keuntungan sama saja dengan mencuri. Pengertian bank menurut Undang-Undang No. 10 tahun 1999 tentang perubahan atas Undang-Undang No. 7 tahun 1992 tentang perbankan adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak. Di Indonesia, menurut jenisnya bank terdiri dari Bank Umum dan Bank Perkreditan Rakyat. Dalam Pasal 1 ayat 3 Undang-Undang No. 10 Tahun 1998 menyebutkan bahwa bank umum adalah bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional dan dalam kegiatannya memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran.

Filosofi perbankan syariah

Perbankan syariah
merupakan bagian dari ekonomi syariah, dimana ekonomi syariah merupakan bagian dari muamalat (hubungan antara manusia dengan manusia). Oleh karena itu, perbankan syariah tidak bisa dilepaskan dari al Qur`an dan as sunnah sebagai sumber hukum Islam. Perbankan syariah juga tidak dapat dilepaskan dari paradigma ekonomi syariah.
Berikut beberapa paradigma ekonomi syariah:
  1. Tauhid
  2. Allah SWT sebagai pemilik harta yang hakiki.
  3. Visi global dan jangka panjang.
  4. Keadilan.
  5. Akhlaq mulia.
  6. Persaudaraan.
Skema-skema produk perbankan syariah
Dalam operasionalnya, bank syariah menggunakan beberapa skema yang bersesuaian dengan syariah sebagaimana dijelaskan sbb.:
  1. Pendanaan/Penghimpunan dana: Wadiah dan mudharabah.
    1. Wadiah (titipan)
Dengan skema wadiah, nasabah menitipkan dananya kepada bank syariah. Nasabah memperkenankan dananya dimanfaatkan oleh bank syariah untuk beragam keperluan (yang sesuai syariah). Namun bila nasabah hendak menarik dana, bank syariah berkewajiban untuk menyediakan dana tersebut. Umumnya skema wadiah digunakan dalam produk giro dan sebagian jenis tabungan.
    1. Mudharabah (investasi)
Dengan skema mudharabah, nasabah menginvestasikan dananya kepada bank syariah untuk dikelola. 
  1. Pembiayaan/Penyaluran dana: Murabahahijarahistishnamudharabah, musyarakah dsb.
    1. Murabahah, merupakan akad jual beli antara nasabah dengan bank syariah. Bank syariah akan membeli barang kebutuhan nasabah untuk kemudian menjual barang tersebut kepada nasabah dengan marjin yang telah disepakati. Harga jual (pokok pembiayaan + marjin) tersebut akan dicicil setiap bulan selama jangka waktu yang disepakati antara nasabah dengan bank syariah. Karena harga jual sudah disepakati di muka, maka angsuran nasabah bersifat tetap selama jangka waktu pembiayaan.
    1. Ijarah, merupakan akad sewa antara nasabah dengan bank syariah. Bank syariah membiayai kebutuhan jasa atau manfaat suatu barang untuk kemudian disewakan kepada nasabah. Umumnya, nasabah membayar sewa ke bank syariah setiap bulan dengan besaran yang telah disepakati di muka.
    1. Istishna, merupakan akad jual beli antara nasabah dengan bank syariah, namun barang yang hendak dibeli sedang dalam proses pembuatan. Bank syariah membiayai pembuatan barang tersebut dan mendapatkan pembayaran dari nasabah sebesar pembiayaan barang ditambah dengan marjin keuntungan. Pembayaran angsuran pokok dan marjin kepada bank syariah tidak sekaligus pada akhir periode, melainkan dicicil sesuai dengan kesepakatan. Umumnya bank syariah memanfaatkan skema ini untuk pembiayaan konstruksi.
    1. Mudharabah, merupakan akad berbasis bagi hasil, dimana bank syariah menanggung sepenuhnya kebutuhan modal usaha/investasi.
    1. Musyarakah, merupakan akad berbasis bagi hasil, dimana bank syariah tidak menanggung sepenuhnya kebutuhan modal usaha/investasi (biasanya sekitar 70 s.d. 80%).
  1. Jasa: Wakalahrahnkafalahsharf dsb.
    1. Wakalah, berarti perwalian/perwakilan. 
    1. Rahn, bermakna gadai. Artinya bank syariah meminjamkan uang (qardh) kepada nasabah dengan jaminan yang dititipkan nasabah ke bank syariah. Bank syariah memungut biaya penitipan jaminan tersebut untuk menutup biaya dan keuntungan bank syariah.
    1. Kafalah, Dengan skema kafalah, bank syariah menjamin nasabahnya. Bila terjadi sesuatu dengan nasabah, bank syariah akan bertanggung jawab kepada pihak ke-3 sesuai kesepakatan awal.
    1. Sharf, Merupakan jasa penukaran uang. 
Perbedaan bank syariah dengan bank konvensional

Beberapa kalangan masyarakat masih mempertanyakan perbedaan antara bank syariah dengan konvensional. Bahkan ada sebagian masyarakat yang menganggap bank syariah hanya trik kamuflase untuk menggaet bisnis dari kalangan muslim segmen emosional. Sebenarnya cukup banyak perbedaan antara bank syariah dengan bank konvensional, mulai dari tataran paradigma, operasional, organisasi hingga produk dan skema yang ditawarkan. Paradigma bank syariah sesuai dengan ekonomi syariah yang telah dijelaskan di muka. Sedangkan perbedaan lainnya adalah sbb.:
Jenis perbedaan
Bank syariah
Bank konvensional
Landasan hukum
Al Qur`an & as Sunnah + Hukum positif
Hukum positif
Basis operasional
Bagi hasil
Bunga
Skema produk
Berdasarkan syariah, semisal mudharabah, wadiah, murabahah, musyarakah dsb
Bunga
Perlakuan terhadap Dana Masyarakat
Dana masyarakat merupakan titipan/investasi yang baru mendapatkan hasil bila diputar/di’usahakan’ terlebih dahulu
Dana masyarakat merupakan simpanan yang harus dibayar bunganya saat jatuh tempo
Sektor penyaluran dana
Harus yang halal
Tidak memperhatikan halal/haram
Organisasi
Harus ada DPS (Dewan Pengawas Syariah)
Tidak ada DPS
Perlakuan Akuntansi
Accrual dan cash basis (untuk bagi hasil)
Accrual basis

Terdapat perbedaan pula antara bagi hasil dan bunga bank, yaitu sbb.:
Bunga
Bagi hasil
Suku bunga ditentukan di muka
Nisbah bagi hasil ditentukan di muka
Bunga diaplikasikan pada pokok pinjaman (untuk kredit)
Nisbah bagi hasil diaplikasikan pada pendapatan yang diperoleh nasabah pembiayaan
Suku bunga dapat berubah sewaktu-waktu secara sepihak oleh bank
Nisbah bagi hasil dapat berubah bila disepakati kedua belah pihak

Kesimpulan :
Bank Syariah adalah lembaga keungan yang memiliki misi dan metodologi yang ekslusif, misi yang bukan sekedar ada pada jumlah nominal investasi tapi juga mencakup pada jenis, objek dan tujuannya itu sendiri. Adapun metodologinya adalah kerangka syariat dan kaidah-kaidahnya yang bersumber dari etika dan nilai-nilai syariat Islam yang universal. 
Berdasarkan hal tersebut, Bank syariah harus berfungsi sebagai sarana untuk mengumpulkan tabungan masyarakat dan mengembangkannya. Intinya bahwa Bank syariah adalah lembaga yang berfungsi untuk menginvestasikan dana masyarakat sesuai dengan anjuran Islam dengan efektif, produktif dan untuk kepentingan umat Islam. Tujuan utama dari Bank Syariah, yaitu menyatukan umat Islam, mengembalikan kekuatan, peran, dan kedudukan Islam di muka bumi ini bisa tercapai. 
Walaupun umat Islam itu memiliki kekayaan yang sangat melimpah, sumber daya manusia yang produktif dan kapabel, juga sumber daya alamnya yang sangat melimpah tapi sayang, kondisi umat Islam tercerai berai, saling bertikai satu dan lainnya dan menjadi bangsa yang semakin jauh dari persatuan Islam. Hal itu disebabkan jauhnya umat islam dari agamanya yang murni dan universal.
Perbedaan tujuan dari bank konvensional dengan bank syariah; Bank konvensional didirikan untuk mendapatkan keuntungan material sebesar-besarnya, sedangkan bank syariah didirikan untuk memberikan kesejahteraan material dan spiritual.Kesejahteraan material dan spiritual tersebut didapat melalui usaha pengumpulan dan penyaluran dana yang halal. Artinya, bank syariah tidak akan menyalurkan dana untuk usaha pabrik minuman keras atau usaha lain yang tidak bisa dijamin bahwa hasilnya berasal dari kegiatan yang halal.
Karena itu dapat dikatakan bahwa konsep keuntungan pada bank konvensional lebih cenderung, berfokus pada sudut keuntungan materi, sedangkan konsep keuntungan pada bank syariah harus memperhatikan keuntungan dari sudut duniawi dan ukhrawi(akhirat).Jika memang tujuan nasabah sesuai dengan tujuan bank syariah, maka secara prinsip tidak ada kekurangan dari menabung di bank syariah karena adanya keseimbangan antara duniawi dan ukhrawi. Namun apabila tujuan nasabah lebih ke aspek-aspek material, maka bisa jadi keuntungan yang diperoleh akan kurang sesuai dengan harapan.

Referensi : 
1. http://www.syariahmandiri.co.id/category/edukasi-syariah/
2. http://portalhiuinjakarta.blogspot.com/2009/03/bank-konvensional-vs-bank-syariah.html








Posted By Dhietcorner7:40:00 PM

Sunday, November 27, 2011

Selamat Tahun Baru Islam 1433 H



Tidak terasa akhir tahun telah datang. Dan menyambut  tahun baru bukan  dengan kemewahan, tiup terompet, pesta sana pesta sini yang banyak menghabiskan waktu sia-sia.  Namun  marilah kita rayakan tahun baru dengan  lebih mendekatkan diri pada Sang Maha Pencipta. Karena apa ? Duunia sudah mulai tua. umur tidak lagi muda. dan yang pasti tidak bisa kita hindari adalah kematian semakin mendekati kita tidak peduli kita siap menerimanya dalam kondisi yang baik atau buruk. Nggak peduli masih sehat atau sakit, usia belia atau sudah tua.

Dengan perbanyak amal sholeh, sholawat dan berdzikir kita memohon ampunanNYA atas segala salah dan dosa kita di masa yang telah lalu.  Kita bersyukur dan tetapoptimis meraih harapan-harapan kita untuk tahun ke depannya menjadi manusia yang lebih baik lagi.
Masalah budaya cuci keris hanyalah faktor budaya / adat dari negri kita. Yang pasti kita lakukan di akhir tahun adalah berdoa  dengan bacaan akhir tahun sebanyak tiga kali bada Asar  di akhir tahun (29/30 Dzulhijah) sebanyak 3 kali.  Dan membaca doa awal tahun (1 Muharam) ba’da Maghrib sebanyak 3 kali pula.
Dan memperbanyak bershodaqah dengan menyantuni anak-anak yatim piatu. Mengapa shodaqah ? Karena dengan shodaqoh berarti kita membersihkan diri kita dari segala aib dan dosa-dosa kita di tahun yang lama. Dan membuka awal tahun baru dengan hati tenang telah berbuat kebaikan keapda sesama manusia yang membutuhkan.
Adapun lampiran doa ini bisa Anda cetak untuk dipergunakan sebagaimana mestinya.

Dan seuntai sajak menyambut datangnya Tahun Baru Islam.
Waktu terus berjalan tiada mau berhenti

tak lagi peduli apa yang bisa kita isi dengan waktu ini 
banyak cerita yang didapat 
semua tertuang dalam agenda dengan variasi tema kehidupan 
banyak kesalahan dan dosa yang tlah kita perbuat 
tertulis dalam buku besar kita 
yang takkan mungkin bisa dihilangkan
banyak cerita manis dalam buku kenangan kita 
yang takkan mungkin bisa bisa dilupakan


Tahun baru sudah di depan mata 
Menutup buku lama dengan perbanyak ampunanNYA 
Menutup buku lama dengan bersyukur padaNYA 
Takkan ada yang tergores sedih di hati 
Kar’’na kita membuka lembaran –lembaran baru 
Dengan harapan dan doa tertanam di hati


Duhai Rabb…… 
Catatlah diriku menjadi hamba-hambaMU 
Yang Engkau pilih tuk menjadi kekasihMU 
Selamanya…

***SELAMAT TAHUN BARU 1433 HIJRIAH***





Sumber : Kompasiana.com by @NovyWriter


Posted By Dhietcorner5:33:00 AM